Siap belajar bahasa baru? Kami siap bantu! Duolingo adalah alat yang oke banget buat belajar bahasa, baik kamu mau belajar Inggris, Prancis, Spanyol, Mandarin, Portugis, Jerman, Rusia, Jepang, Korea, Italia, atau bahasa lainnya. Di sini, kami bahas info penting soal aplikasi bahasa Duolingo dan juga aplikasi sejenis lain yang bisa kamu coba buat belajar berbagai bahasa.
Cara menguasai bahasa baru
Belajar bahasa baru butuh latihan rutin. Ada yang bisa fasih banyak bahasa, ada juga yang kesulitan bahkan di bahasa kedua. Apa pun modal awal kamu, platform belajar bahasa bisa bikin proses belajar jadi lebih oke. Mau dipakai buat ngobrol langsung dengan penutur asli, atau sekadar biar paham postingan media sosial dalam bahasa lain, memilih aplikasi terbaik dari awal bakal bantu kamu lebih cepat lancar berbahasa baru.
Duolingo dan alat belajar bahasa lainnya
Duolingo (versi gratis maupun berbayar) menyediakan alat interaktif buat belajar bahasa dari dasar sampai detail. Platform ini menaikkan level bertahap, jadi pengguna bisa benar-benar menguasai dasar dulu sebelum lanjut ke tingkat lebih tinggi. Banyak yang suka Duolingo karena tampilannya simpel dan nuansa aplikasinya positif, jadi berasa lagi main game. Program ini pakai AI yang menyesuaikan level dengan kebutuhan pengguna, bikin belajar tetap menantang tapi masih dalam jangkauan. Duolingo juga punya cerita interaktif yang disesuaikan level pengguna buat pengalaman belajar yang lebih imersif. Saat mendengarkan cerita, pengguna bisa nangkap nuansa percakapan, termasuk pelafalan dan intonasi yang sering susah dipahami tanpa interaksi langsung dengan penutur asli. Fitur pengenalan suara juga bantu pengguna melatih pelafalan.
Pimsleur
Dikembangkan oleh ahli bahasa Paul Pimsleur, program ini memakai metode Pimsleur yang tidak mengharuskan hafalan kosakata atau aturan tata bahasa kaku. Pengguna cukup mendengarkan program selama 30 menit tiap hari. Metode ini percaya terlalu banyak aturan malah bisa memperlambat proses belajar. Sama seperti anak kecil yang tidak menghafal daftar kosakata, metode ini mengandalkan mendengar percakapan serta interaksi bahasa dalam situasi sehari-hari. Mendengarkan percakapan dalam bahasa baru bisa membantu memahami intonasi. Jatah 30 menit per hari bisa kamu jalani di mobil, di tempat kerja, atau saat lagi di perjalanan.
Babbel
Sebagai salah satu aplikasi belajar bahasa pertama di dunia, Babbel membantu pengguna supaya siap diajak ngobrol. Babbel menawarkan 14 kursus bahasa berbeda. Metode Babbel memanfaatkan kesamaan antara bahasa ibu dan bahasa baru kamu. Pengguna Babbel cukup belajar 10 menit per hari untuk terus maju. Kalau mau belajar tanpa banyak pegang HP, kamu bisa dengarkan podcast belajar bahasa Babbel biar bisa dengar langsung bahasa target. Kreator Babbel percaya bahasa bukan cuma soal kata-katas dan tata bahasa—program ini juga mengajarkan sejarah, makanan populer, dan lagu supaya pembelajaran makin nempel.
Rosetta Stone
Dengan pengalaman tiga dekade di pengajaran bahasa, banyak orang yang mulai atau meningkatkan kefasihan mereka dengan Rosetta Stone. Program ini menawarkan aktivitas interaktif, audio penutur asli, serta simulasi situasi nyata agar pengguna tahu seperti apa seharusnya bahasa itu terdengar. Mau dapat umpan balik dari penutur asli? Rosetta Stone menawarkan pelatih live bahasa, jadi kamu bisa langsung tahu apa yang sudah benar dan mana yang masih bisa diperbaiki. Dengan berbicara langsung, kamu bukan cuma belajar bahasa, tapi juga berpeluang dapat teman baru.
Memrise
Menyediakan instruksi bahasa untuk 23 bahasa, Memrise menggunakan game, praktik imersif, dan kursus dari penutur asli supaya pengguna cepat nangkap materi. Aplikasi Memrise memakai teknik memori untuk bikin pembelajaran kamu lebih cepat dan efektif. Memrise diklaim 2x lebih cepat dari kelas tradisional dan fokus pada kemampuan bahasa yang kepakai di kehidupan sehari-hari (misalnya buat ngobrol santai). Tersedia di berbagai platform termasuk iOS dan Android.
Busuu
Busuu membantu pengguna belajar bahasa hanya dengan 10 menit per hari. Busuu bisa dipakai tanpa koneksi internet, jadi belajar tetap jalan di mana saja. Studi independen dari City University of New York menunjukkan 22 jam memakai Busuu Premium setara dengan 1 semester kuliah bahasa.
Tips untuk penutur asli yang belajar bahasa baru
Mau belajar bicara dalam bahasa baru? Kuncinya konsisten! Belajar sedikit-sedikit tiap hari lebih efektif daripada sekali lama tapi jarang. Setengah jam per hari (atau kurang) sudah jadi cara yang oke buat mulai belajar bahasa. Jangan sungkan ngobrol dengan penutur asli bahasa yang kamu pelajari, baik tatap muka maupun online. Dengan praktik ngobrol, kamu bakal belajar kosakata baru (termasuk slang), juga lebih banyak soal intonasi dan ekspresi. Belajar bareng partner pertukaran bahasa termasuk salah satu cara terbaik.
Gunakan alat text-to-speech Speechify
Saat belajar bahasa baru, mendengar kata diucapkan bisa sangat membantu perkembangan kamu. Speechify mengubah file teks jadi audio, jadi kamu bisa dengar bahasa baru kapan pun dan di mana pun.
FAQ
Apa situs belajar bahasa terbaik?
- LingQ
- Memrise
- Omniglot
- Living Language
- Mondly
- Mango Languages
- Lingodeer
- Lingvist
- FluentU
- Busuu
Apakah Duolingo buang-buang waktu?
Menurut para penggunanya—tidak! Duolingo adalah cara praktis buat belajar bahasa populer maupun yang jarang dipakai, cukup dari HP kamu. Mau level belajar yang lebih serius? Coba Duolingo Plus, dengan fitur tambahan. Salah satu kelebihan Duolingo adalah tiap sesi bisa selesai cepat. Di mobil atau lagi antre, kamu bisa buka HP dan pelajari kata baru dalam hitungan menit.
Duolingo lebih baik dari Memrise?
Banyak yang merasa Memrise lebih oke untuk menghafal kosakata, sedangkan Duolingo kuat di latihan menyusun kalimat. Versi gratis keduanya bisa saling melengkapi. Layanan pertukaran bahasa yang memungkinkan percakapan real-time dengan penutur asli sangat membantu menunjang belajar di Duolingo dan Memrise. Apakah Rosetta Stone lebih baik dari Duolingo? Duolingo rasanya seperti main game, Rosetta Stone lebih mirip ikut kelas. Keduanya efektif, tapi Rosetta Stone sering dianggap lebih lengkap. Cara paling ampuh belajar bahasa baru adalah dengan rutin ngobrol dengan penutur aslinya, dan program pertukaran bahasa Rosetta Stone memudahkan hal itu buat para pembelajar.

