Setiap bulan Mei, mahasiswa AS mengikuti ujian Advanced Placement. Materinya beragam, termasuk sejarah Amerika. Untuk mengikuti tes ini, mahasiswa saat ini harus membayar $93. Namun, jika mereka adalah siswa asing dan mengambilnya di luar wilayah AS, biayanya lebih mahal, $123. Jadi, ikut ujian ini sekadar iseng jelas bukan pilihan, apalagi di kondisi ekonomi sekarang.
Selain belajar serius di crash course, sebagian mahasiswa mencari cara lain untuk meningkatkan peluang lulus. Ada yang ikut kelas tambahan, ada yang ikut tes latihan, dan ada juga yang mencari cara kreatif. Betul! Mereka menggunakan materi audio belajar agar belajar lebih efektif.
Materi belajar audio biasanya berupa audiobook yang membahas topik tertentu. Untuk AP US History, tentu kontennya seputar sejarah dan kondisi Amerika. Beberapa kampus menyediakan audio sebagai bagian kelas, khususnya bagi yang punya hambatan seperti disleksia atau gangguan penglihatan.
Tapi, bagaimana jika kamu siswa biasa tanpa hambatan? Apakah audio-learning juga menguntungkan? Jawabannya: iya. Mendengar sambil membaca bisa meningkatkan peluang lolos ujian AP.
Yuk kita kupas lebih dalam soal ini. Kami akan membawamu lewat review APUSH dan manfaat belajar dengan audio.
Sejarah singkat ujian AP US History
AP adalah singkatan dari Advanced Placement, ujian dari College Board. Ujian ini meliputi banyak bidang, mulai biologi, kimia, hingga sejarah dan pemerintahan Amerika. Kebanyakan AP punya pertanyaan pilihan ganda & esai. Siswa ikut AP tiap musim semi, ujian terakhir jatuh pada hari Jumat, 6 Mei.
Sejarah AP dimulai sejak awal 1950-an. Program ini diluncurkan 1951 dan pertama kali diujikan 3 tahun kemudian, tapi hanya di 27 sekolah. Baru tahun 1956 AP jadi program nasional, dengan harga satu ujian saat itu $10.
Untuk APUSH (sejarah AS), ujiannya jauh lebih dari sekadar istilah penting dan tanggal. Ada analisis sejarah, penulisan, dan kontekstualisasi. APUSH dibagi 9 periode, dari tahun 1491 hingga Amerika modern.
Soal berbasis dokumen punya waktu cukup panjang. Totalnya 3 jam 15 menit. Tes sejarah AS ini dua bagian, masing-masing masih dibagi lagi menjadi bagian A dan B.
- Bagian 1A — Pilihan Ganda
- Bagian 1B — Jawaban Singkat
- Bagian 2A — Soal Berbasis Dokumen
- Bagian 2B — Esai Panjang
Bagian 1A berdurasi 55 menit, menyumbang maksimal 40% nilai. 1B 40 menit dan bisa menyumbang 20%. Bagian 2A paling lama, ada 15 menit membaca dan 1 jam mengerjakan, nilai maksimal 25%. Bagian 2B 40 menit, nilainya 15%.
Manfaat menggunakan materi belajar audio
Kalau dengar audiobooks atau aplikasi text to speech, banyak orang mengira itu hanya untuk yang malas baca. Padahal, sekarang waktu itu super berharga. Rasanya 24 jam belum cukup untuk menyelesaikan semua tugas harian. Kita butuh cara buat multitasking dan meningkatkan produktivitas. Salah satunya, lebih sering mendengarkan daripada membaca.
Selain itu, audiobook sangat membantu pelajar dengan disabilitas belajar mengejar ketertinggalan. Disleksia, ADHD atau tunanetra bisa memanfaatkan text to speech untuk mengubah panduan belajar jadi audio. Mereka jadi punya kesempatan setara untuk mencapai target pendidikan. Bukan privilese, tapi kebutuhan supaya mereka punya peluang yang sama.
Banyak studi menunjukkan audiobook bisa meningkatkan pemahaman belajar siswa. Juga bisa memperkuat kemampuan baca. Konten audio memperkaya kosakata dan meningkatkan kefasihan. Terakhir, mendengar bantu pelajar asing berlatih pengucapan dan bahasa Inggris.
Kesimpulannya, audiobook bermanfaat untuk semua. Bukan hanya yang suka mendengar, tapi juga pelajar dengan hambatan belajar dan orang kebanyakan. Jika kamu pakai untuk tes AP US History, kamu sudah memilih cara yang tepat. Bisa dapat nilai tinggi tanpa perlu menumpuk tes latihan.
Cara memakai materi audio untuk meningkatkan nilai AP US History
Inti belajar pakai audiobook itu sederhana. Mendengar sambil baca membuat lebih banyak info yang kamu serap. Mirip pepatah dua kepala lebih baik dari satu. Dan ini bukan omong kosong, banyak studi membuktikan hal ini.
Lalu, bagaimana mulai belajar AP US History dengan audio? Pertama, kumpulkan dulu semua materi untuk didengar/dibaca. Kalau belum punya audiobook tentang Native Americans, Civil War, WW II atau Cold War—tenang, teks tertulis bisa jadi audio lewat TTS.
Ubah teks ke audio (TTS) semudah satu, dua, tiga pakai aplikasi seperti Speechify. TTS ini pakai teknologi canggih: OCR, machine learning, dan artificial intelligence. Kamu bisa copy teks digital atau foto tulisan esai panjang, dan Speechify akan mengubahnya jadi suara, bahkan bisa bikin playlist soal latihan.
Aplikasi ini bisa diakses di hampir semua platform (iOS, macOS, Android, dan Windows), dengan tampilan yang mudah digunakan. Bisa ganti suara, kecepatan, diksi, dan atur nada AI sesuai selera. Bagian terbaik: paket langganannya harganya terjangkau per tahun.

