Audiobook di bawah 3 jam
Kadang, Anda ingin tenggelam di dunia fantasi penuh kejutan. Di lain waktu, Anda cuma ingin yang singkat dan ringan. Audiobook seperti ini pas menemani road trip atau membantu Anda menuntaskan tantangan membaca Goodreads.
Untungnya, dengan layanan seperti Audible dari Amazon, ada banyak bacaan berkualitas yang bisa segera tamat. Berikut audiobook favorit kami yang durasinya di bawah tiga jam.
Audiobook seru yang tamat kurang dari 3 jam
Audiobook tak harus panjang untuk jadi pengalaman mendengarkan yang asyik. Justru, karya pendek seperti milik Agatha Christie sering lebih berkesan & membekas di ingatan. Buku-buku ini hadir dalam beragam genre, dari esai sarat makna, cerpen seru, sampai novella romantis.
Mulai bosan mendengarkan podcast saat berangkat kerja atau beres-beres rumah? Coba dengarkan salah satu audiobook wajib ini.
Binti oleh Nnedi Okorafor
Buku pertama dari seri Binti ini adalah novella sci-fi tentang tokoh utama bernama Binti. Ia jadi orang Himba pertama dari Bumi yang masuk Universitas Oomza, kampus paling bergengsi di galaksi. Sayangnya, kesempatan ini membuat Binti harus meninggalkan keluarga & kampung halaman untuk menjalani petualangan seru nan berbahaya, apalagi saat ras alien menyerang Oomza University.
Perjalanan Binti akan bikin Anda tegang berkat cerita dan narasi Robin Miles yang seru.
Another Brooklyn oleh Jacqueline Woodson
Di “Another Brooklyn,” August bertemu teman lama di New York saat pulang untuk pemakaman ayahnya. Pertemuan itu membawanya bernostalgia ke masa kecil dan remaja yang indah di Brooklyn. Namun, ternyata ada Brooklyn lain yang lebih kelam dan berbahaya dari ingatannya.
Buku indah dan menyentuh ini bak surat cinta untuk masa gadis. Penuh emosi dan akan membekas di hati Anda.
Nothing Like I Imagined oleh Mindy Kaling
Di kumpulan esai ini, aktris dan komedian Mindy Kaling berbagi kisah unik hidupnya sebagai ibu tunggal dan sosok yang sering cemas di pesta-pesta Hollywood. Tiap bab penuh humor khasnya, bahkan saat mengulik tema getir soal penghargaan diri.
Kalau Anda pernah merasa tidak pas di mana-mana, Anda akan jatuh hati pada audiobook jenaka ini. Masih ingin humor Mindy Kaling? Coba juga memoarnya: “Is Everyone Hanging Out Without Me?”
For Every One oleh Jason Reynolds
“For Every One” adalah puisi cinta untuk para pemimpi. Tulisan Reynolds indah & menggetarkan hati. Audiobook pendek ini mengingatkan Anda bahwa gagal itu bukan akhir, dan Anda tak boleh berhenti mengejar mimpi.
Buku luar biasa ini dibacakan langsung oleh Jason Reynolds dengan suara yang emosional. Walau singkat, kisahnya bisa membuat Anda terharu, apalagi jika Anda seorang pemimpi.
Fortunately, The Milk oleh Neil Gaiman
Audiobook anak-anak yang kocak ini bercerita tentang petualangan paling heboh bertema susu. Dalam kisah imajinatif ini, ayah pergi membeli susu—dan itu berubah jadi petualangan luar biasa dengan alien, dinosaurus, bajak laut, dan kurcaci penari.
Penulisnya tampil luar biasa, baik dalam menulis maupun membacakan, menghadirkan satu jam yang seru tanpa bikin bosan.
Quidditch Through the Ages oleh J.K. Rowling
Mendengarkan satu audiobook dari seri Harry Potter kadang butuh lebih dari sehari. Ingin rehat dari kisah panjang atau ingin tetap menyelami dunia sihirnya? Dengar “Quidditch Through the Ages.” Sesuai namanya, Anda akan diajak mengenal seluk-beluk permainan seru sejak abad ke-11 ini.
Audiobook ini asyik didengarkan bareng teman & keluarga. Bab Piala Dunia 2014 sangat seru berkat aksi kocak Rita Skeeter dan Ginny Weasley.
Letter to My Daughter oleh Maya Angelou
Meski Maya Angelou hanya punya satu anak laki-laki, lewat karyanya ia menginspirasi ribuan ‘putri’ di seluruh dunia. Kumpulan esai ini ia tujukan untuk mereka.
Dalam “Letter to My Daughter,” sang penulis berbagi kisah masa mudanya yang penuh gejolak dan pengalaman yang membentuk dirinya. Nilai hidupnya sarat iman & kebijaksanaan, dan buku ini membawa Anda menelusuri perjalanan antara duka dan kebahagiaan.
We Should All Be Feminists oleh Chimamanda Ngozi Adichie
Diadaptasi dari TEDx sang penulis, “We Should All Be Feminists” jadi rujukan feminisme masa kini. Chimamanda Ngozi Adichie berbagi pengalaman pribadinya dan mengulas politik gender. Esai ini menyoroti pengalaman perempuan dan mengajak semua pendengar menjadi feminis.
Speechify
Perangkat lunak text to speech ini bisa membacakan teks digital apa pun. Pilihan suara alami dan banyak bahasa tersedia, memungkinkan Anda mendengarkan apa saja, mulai dari artikel berita, PR, dokumen kerja dan email, dan banyak lagi.
Coba Speechify gratis hari ini.

