1. Beranda
  2. Bibliofil
  3. Audiobook remaja terbaik
Dipublikasikan pada Bibliofil

Audiobook remaja terbaik

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Audiobook remaja terbaik

Jika kamu mencari audiobook remaja terbaik, ada banyak novel remaja yang bisa kamu coba. Buku untuk remaja biasanya menyasar siswa SMA sampai awal 20-an, tapi orang dewasa juga tetap menikmati novel beken ini. Untuk menemukan novel remaja seru, kamu bisa cek daftar bestseller The New York Times buat mencari audiobook remaja terbaik.

Yuk intip beberapa bestseller tersebut dan cari tahu gimana cara mendengarkannya dalam bentuk audiobook!

The Hunger Games karya Suzanne Collins

Buku pertama dari trilogi The Hunger Games rilis tahun 2008 dan langsung jadi favorit remaja. Judulnya pun The Hunger Games, lalu disusul novel kedua Catching Fire pada 2009 dan penutup Mockingjay di 2010. 

Ceritanya berlatar masa depan distopia saat Amerika Serikat terbagi menjadi 13 distrik, dengan Distrik 13 dihancurkan karena pemberontakan. Sebagai hukuman, satu anak laki-laki dan satu perempuan dari tiap distrik harus ikut dalam ajang The Hunger Games.

Semua distrik dilanda kemiskinan dan kelaparan, dan pemenang turnamen berhak membawa makanan untuk distriknya. Buku ini mengikuti Katniss Everdeen dari Distrik 12 yang berjuang mati-matian memenangkan turnamen di televisi.

Petualangan seru ini terjual lebih dari 30 juta kopi di AS dan sudah diadaptasi jadi film layar lebar. Karena sangat populer, audiobook-nya juga cukup gampang ditemukan. 

Salah satu audiobook terbaik dari The Hunger Games dinarasikan oleh Tatiana Maslany yang kini bermain di MCU sebagai She-Hulk. Jadi, kalau kamu ingin dengar kisah keren dari penulis ternama dengan narasi aktris berbakat, ini pilihan yang pas!

Eleanor & Park karya Rainbow Rowell

Terbit tahun 2012, Eleanor & Park adalah novel debut Rainbow Rowell.

Ceritanya tentang Eleanor (16 tahun) dan Park, cowok blasteran Korea. Keduanya cepat sadar kalau mereka punya banyak kesamaan. Novel ini mengangkat topik sensitif seperti kabur dari rumah, kekerasan pada anak, perundungan, masalah citra tubuh, dan isu serius lain untuk remaja. Kepopuleran dan berbagai penghargaan yang diraih juga berkat kedekatannya dengan pembaca remaja yang mungkin ngalamin hal serupa. 

Audiobook Eleanor & Park dinarasikan Rebecca Lowman dan Sunil Malhotra, dengan durasi hampir sembilan jam. 

The Poet X karya Elizabeth Acevedo

The Poet X ditulis Elizabeth Acevedo dan terbit tahun 2018. Meski tergolong baru, buku ini langsung meledak dan sukses besar.

The Poet X bercerita tentang Xiomara (15 tahun), yang dipanggil Xio atau X. Saat menghadapi konflik keluarga, Xio mulai menulis puisi. Bukunya penuh kisah dan puisi keren, cocok buat remaja yang doyan genre ini. 

The Poet X meraih banyak penghargaan dan wajib kamu masukin ke daftar baca. Audiobook-nya pun dibawakan langsung oleh penulisnya! 

The Hate U Give karya Angie Thomas

Berikutnya ada The Hate U Give. Terbit tahun 2017, ini adalah novel debut Angie Thomas yang mulai menulis sejak kuliah. Awalnya berupa cerita pendek, lalu berkembang jadi novel dari sudut pandang gadis 16 tahun. 

Tokoh utamanya, Starr Carter, adalah gadis Afrika-Amerika dari keluarga kurang mampu. Cerita mengikuti Starr yang terseret ke dalam berita nasional setelah sahabat masa kecilnya tewas ditembak polisi. Buku ini menyampaikan pesan yang sangat kuat, dan sudut pandang Starr bikin ceritanya nempel di kepala. Setahun setelah terbit, The Hate U Give diadaptasi jadi film dan meraih banyak penghargaan. 

Kalau kamu tertarik dengan versi audiobook The Hate U Give, narasinya dibawakan Bahni Turpin dengan durasi hampir 12 jam. 

What If It’s Us karya Becky Albertalli & Adam Silvera

What If It’s Us adalah kisah cinta berbalut komedi untuk remaja, karya Becky Albertalli dan Adam Silvera. What If It’s Us jadi novel debut mereka sebagai duo meski mereka sudah lama bersahabat. 

Ceritanya romantis tentang dua pemuda, Arthur dan Ben, yang tinggal di New York. Ini kisah tentang awal baru, hubungan lama, dan kesempatan yang tanpa sengaja terlewat. Namun, tetap penuh harapan. Buku ini mengajarkan kita untuk berani melangkah maju. 

What If It’s Us adalah buku pertama dari serinya, rilis pada 2019. Di 2021, terbit buku sekuelnya berjudul Here’s to Us.

Audiobook-nya dinarasikan Noah Galvin dan Froy Gutierrez. Audiobook What If It’s Us berdurasi hampir sepuluh jam. 

Cinder karya Marissa Meyer

Penggemar fiksi ilmiah wajib cek Cinder. Rilis 2012, ini adalah novel debut Marissa Meyer. Ia juga penggemar fanfiction dan pernah nulis cerita terinspirasi Sailor Moon. Cinder adalah buku pertama dari The Lunar Chronicles, yang kemudian dilanjutkan dengan Scarlet, Cress, Fairest, dan Winter

Sesuai namanya, Cinder terinspirasi dari dongeng Cinderella. Cerita ulang ini menyajikan sudut pandang baru dan dijamin bikin kamu terpukau. Berlatar di New Beijing, kota futuristik di Persemakmuran Timur. Negara yang sekarang kita kenal sudah hilang, dan pembaca diajak menjelajahi aliansi baru serta kolonisasi Bulan. 

Tokoh utamanya, Cinder, adalah seorang cyborg yang tinggal bersama ibu angkat dan dua saudari tirinya. Petualangan penuh nuansa dongeng ini dinarasikan Rebecca Soler. Durasi audiobook sekitar sepuluh jam. 

The Raven Boys karya Maggie Stiefvater

Entri terakhir adalah The Raven Boys karya Maggie Stiefvater. The Raven Boys merupakan buku pertama dalam seri The Raven Cycle yang terbit tahun 2012. Lalu berlanjut ke The Dream Thieves, Blue Lily, Lily Blue, dan The Raven King

Kisah ini berlatar di kota fiksi di Virginia dan mengikuti sekelompok remaja. Yang membuat ceritanya istimewa adalah unsur magis dalam dunia ciptaan Maggie Stiefvater. Blue Sargent, tokoh utama, perlahan menemukan kaitan dirinya dengan para Raven Boys.

Bakal lebih seru lagi kalau kamu dengar audiobook yang dibawakan Will Patton. Perjalanan penuh magi ini baru pembuka, dan kamu pasti ketagihan ingin lanjut dengar seri berikutnya.

FAQ

Audiobook mana yang paling bagus buat mulai?

Semua balik lagi ke kamu! Setiap orang punya selera dan preferensi berbeda. Mungkin kamu suka fantasi atau fiksi ilmiah, dan itu sah-sah saja. Kamu bisa tetap di genre favorit atau malah coba sesuatu yang baru. Baca dulu review pembaca biar dapat gambaran sebelum mencoba sendiri. Untuk audiobook, cek juga review narator atau pilih yang dibawakan selebritas favoritmu. 

Buku apa yang cocok untuk remaja?

Remaja biasanya suka novel fantasi dan petualangan, tapi bebas banget pilih apa saja. Kalau kamu suka klasik, jangan ragu buat baca. Remaja dan dewasa sama-sama bisa menikmati cerita dan dunia seru dari novel remaja.

Banyak remaja suka buku seperti The Hunger Games dan Harry Potter, sementara yang lain lebih milih Illuminae atau non-fiksi. Kamu juga bisa baca novel kece karya Tomi Adeyemi, Jenny Han, Amie Kaufman, atau penulis favorit lainnya. 

Kamu mungkin juga sudah tahu novel yang diadaptasi jadi film, misalnya The Fault in Our Stars karya John Green, seri Harry Potter, dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa siap-siap menyambut film dari buku remaja seperti An Ember in the Ashes atau Children of Blood and Bone.

Berapa lama membaca satu buku?

Itu tergantung seberapa cepat kamu membaca. Ada yang ngebut, ada yang santai. Selama kamu menikmati prosesnya, nggak perlu dipusingkan. 


Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.