Tujuh biografi hebat dalam audiobook
Audiobook biografi yang bagus bisa sangat menarik karena memperkenalkan kisah nyata dan tokoh-tokoh yang memberi dampak besar. Untuk sebagian orang, biografi bahkan lebih seru daripada fiksi ilmiah.
Hari ini, kami akan membagikan tujuh kisah hidup luar biasa yang bisa langsung kamu dengar sebagai audiobook. Namun sebelumnya, mari kita bahas manfaat membaca biografi dan kenapa audiobook jadi pilihan terbaik.
Kelebihan membaca biografi
Biografi menawarkan wawasan unik tentang kehidupan tokoh-tokoh sejarah. Tapi buku biografi bagus bukan hanya soal fakta menarik saja.
Salah satu keunggulan utama biografi adalah memberi inspirasi. Tokoh ikonik sering punya cara inovatif memecahkan masalah atau mengambil keputusan penting.
Buku kisah nyata tidak hanya soal tokoh sejarah masa lalu. Kini, banyak juga biografi atau autobiografi tentang orang terkenal yang masih hidup dan aktif.
Beberapa biografi menarik membahas orang-orang seperti:
- Tokoh modern seperti Barack Obama, Michelle Obama, dan Kristi Noem
- Aktivis seperti Glennon Doyle
- Selebriti seperti Will Smith, Matthew McConaughey, dan Viola Davis
Ada juga memoar pemenang penghargaan tentang penulis, misalnya Educated oleh Tara Westover, Seabiscuit: An American Legend oleh Laura Hillenbrand, atau Between the World and Me oleh Ta-Nehisi Coates.
Kekuatan lain biografi adalah mengajak kita memahami kehidupan orang lain. Ini penting sebagai pengalaman manusia. Memahami momen penting dalam hidup seseorang membantu kita menangkap situasi serupa di kehidupan sendiri.
Kenapa mendengarkan biografi dalam audiobook
Membaca biografi memang bagus, tapi mendengarkannya sebagai audiobook lebih seru. Dengan mendengar, kamu lebih terhubung secara emosional dan bisa melakukan banyak hal lain sambil mendengarkan.
Audiobook mempermudah menyerap materi tertulis walau jadwal harian padat. Karena tidak harus menyediakan waktu khusus, kamu bisa multitasking. Dengarkan biografi saat jalan atau beres-beres.
Hal ini membuat layanan seperti Audible sangat populer. Audiobook juga memudahkan pencatatan dibanding buku fisik—kamu bisa tetap mendengarkan sambil membuat catatan.
Audiobook juga bermanfaat untuk aksesibilitas. Beberapa orang mungkin kesulitan membaca karena disabilitas belajar atau gangguan penglihatan. Dengan audiobook, sejarah jadi hidup untuk semua orang. Bahkan, audiobook bisa membantu belajar bahasa baru!
Daftar audiobook biografi terbaik
Alexander Hamilton oleh Ron Chernow
Buku yang jadi dasar musikal Broadway ini wajib dibaca—atau lebih tepat, wajib didengarkan! Pendiri termuda AS, Alexander Hamilton, punya hidup penuh liku yang seru.
Meski tak jadi Presiden, peran Hamilton sangat penting dalam sejarah. Kehidupan pribadinya juga penuh kisah menarik dan buku ini mengangkat banyak momen krusial. Inilah biografi yang pantas jadi bestseller.
Alasan lain biografi ini cocok didengar: bukunya sampai 800 halaman! Jauh lebih mudah didengarkan dibanding membacanya langsung.
Churchill: A Life oleh Martin Gilbert
Autobiografi Winston Churchill termasuk memoir terbaik dunia. Ia bahkan meraih Nobel Sastra. Namun, Churchill: A Life menyajikan kisahnya secara lebih objektif.
Pendekatan netral terhadap hidup tokoh besar ini bisa lebih memuaskan daripada mendengar memoar yang ditulis dirinya sendiri.
Banyak biografi tentang Perdana Menteri Inggris ini, tapi karya Gilbert dianggap terbaik. Campuran riset mendalam dan kisah personal membuatnya sangat menarik.
A Beautiful Mind oleh Sylvia Nasar
Kalau pernah menonton A Beautiful Mind , mungkin via TV atau bioskop, bukan di Amazon Kindle. Bukunya sendiri adalah inspirasi utama film Hollywood ini.
Biografi ini membahas hidup John Nash, matematikawan Amerika dan peraih Nobel. Selain kontribusi ilmiah besar, Nash juga berjuang melawan skizofrenia.
A Beautiful Mind didasarkan kisah nyata ilmuwan yang tetap berprestasi di tengah perjuangan mengatasi kondisinya.
Frida: A Biography of Frida Kahlo oleh Hayden Herrera
Frida Kahlo juga jadi ikon abadi lewat film. Tapi sebelum Hollywood, sudah ada Frida: A Biography.
Seperti Steve Jobs diangkat oleh Walter Isaacson, Frida Kahlo diangkat oleh Hayden Herrera ke dunia. Untuk penggemar kisah seniman, ini salah satu buku terbaik.
Kehidupan pribadi Frida penuh cobaan: cedera berat semasa muda dan pernikahan penuh gejolak. Tapi pencarian artistiknya jadi sorotan terbesar buku ini.
The Immortal Life of Henrietta Lacks oleh Rebecca Skloot
Tidak semua biografi mengangkat tokoh terkenal seperti Brandi Carlile, Molly Shannon, Michelle Zauner, atau mendiang Anthony Bourdain. Buku ini menceritakan sosok yang mungkin belum kamu kenal, namun sangat layak dengar.
Henrietta Lacks jadi pahlawan tanpa disadari di dunia medis. Sel kanker Henrietta diambil tanpa sepengetahuannya, sesuai praktik lazim untuk pasien berkulit hitam kala itu.
Sel kanker Henrietta menjadi sumber riset medis utama hingga kini. Namun kisah hidupnya baru dikenal belakangan, membuat biografi ini penting untuk didengar.
Napoleon: A Life oleh Andrew Roberts
Di antara banyak buku tentang pemimpin militer Prancis, Napoleon: A Life menyajikan sisi berbeda sang jenderal hebat.
Alih-alih memperlihatkan Napoleon sebagai tiran, buku ini meyakinkan pembaca tentang kejeniusannya dalam militer dan kisah hidupnya yang menarik. Roberts menggambarkan sisi manusiawi Napoleon dalam kisah yang mendalam.
Prince: A Private View oleh Afshin Shahidi
Prince: A Private View memberi gambaran unik tentang kehidupan dan karakter penuh warna dari salah satu musisi paling berpengaruh masa kini.
Penulisnya, Afshin Shahidi, jadi fotografer Prince lebih dari 10 tahun. Pengalamannya memberi akses eksklusif ke kehidupan sehari-hari Prince, menjadikan biografi ini sumber yang sangat berharga.
Tujuh rekomendasi tambahan
- Elon Musk oleh Ashlee Vance—kisah pendiri Tesla
- Shoe Dog (Unabridged) oleh Phil Knight, miliarder AS
- American Sniper oleh Chris Kyle, Scott McEwen, dan Jim DeFelice
- Radical Love oleh Zachary Levi, bintang Shazam
- Empire of Pain: The Secret History of the Sackler Dynasty (Unabridged) oleh Patrick Radden Keefe
- Greenlights oleh Matthew McConaughey
- The Storyteller oleh Dave Grohl, pendiri Foo Fighters

