Apa itu font disleksia?
Disleksia adalah kesulitan membaca yang membuat orang mengalami hambatan dalam memahami tulisan. Bagi penyandang disleksia, huruf kapital dan kecil tampak rapat dan jarak normal tidak cukup memisahkan kata, apalagi simbol. Karena itu sebagian orang dengan disleksia memilih font khusus yang dibuat lebih mudah diakses.
Sayangnya, tidak semua font ramah disleksia benar-benar meningkatkan keterbacaan. Banyak yang hanya mengklaim membantu, tapi desainnya buruk hingga membaca jadi makin membingungkan bagi yang mengalami kesulitan membaca. Karena itu, di beberapa paragraf berikut kami akan membahas hal-hal penting tentang font disleksia, dengan harapan bisa meluruskan mitos dan benar-benar membantu.
Apakah font tertentu membantu pembaca disleksia lebih mudah memahami?
Pada akhir 1920-an, neuropsikiater terkenal Samuel Orton menemukan bahwa mereka yang kesulitan membaca sering tertukar huruf yang mirip, misalnya huruf “b” dan “d.” Ia menyimpulkan ini terjadi karena kebingungan arah, sehingga ia menamainya strephosymbolia (simbol terbalik). Sindrom ini kemudian berganti nama menjadi disleksia.
Seperti masalah baru pada umumnya, berbagai produk penunjang bermunculan, salah satunya font baru yang ramah disleksia. Tujuannya agar membaca tetap mungkin, bahkan bagi mereka yang paling kesulitan dengan disleksia.
Font yang ramah tipografi ini mengklaim dapat mempercepat membaca dan mengurangi kesalahan berkat desainnya. Huruf-huruf yang mirip dibuat lebih berbeda, tidak ada huruf miring, serta jarak antar karakter lebih lebar.
Namun, meski Orton percaya demikian, disleksia bukan hanya masalah visual. Ini jauh lebih kompleks, jadi memperbaiki font saja tidak langsung menyelesaikan kesulitan membaca. Berbagai penelitian menemukan hasil berbeda: sebagian menilai font disleksia menyesatkan, tapi ada juga yang menyatakan font khusus bisa membantu sebagian orang membaca lebih baik.
Bagaimanapun, solusi lain untuk membantu penyandang disleksia bisa ditemukan pada teknologi bantu seperti teks ke suara.
Teknologi teks ke suara
Aplikasi teks ke suara adalah alat bantu yang mengubah tulisan menjadi audio untuk didengarkan. Salah satu yang terbaik adalah Speechify. Fitur utamanya termasuk memfoto tulisan tangan lalu mengubahnya jadi suara.
Speechify berbasis optical character recognition, machine learning, dan kecerdasan buatan. Ia memiliki banyak pilihan suara, kecepatan membaca yang bisa diatur, serta dapat diinstal di smartphone, tablet, atau komputer.
Selain membacakan teks, Speechify membantu pemahaman dengan suara yang natural dan dapat diatur. Ia juga memudahkan menambah atau mengurangi kecepatan membaca, berguna untuk disleksia, gangguan penglihatan, atau gangguan perhatian.
Dengan Speechify, penyandang disleksia bisa mendengarkan teks yang sulit dibaca. Anda bahkan bisa menyorot teks di layar saat aplikasi membaca dengan suara sehingga pemahaman ikut meningkat.
Font disleksia populer
Walau efektivitasnya masih banyak diperdebatkan, font khusus disleksia tetap tersedia bagi siapa pun yang ingin mencoba.
Berikut beberapa font terbaik yang populer di kalangan pembaca disleksia:
- Dyslexie: Saat desainer grafis asal Belanda Christian Boer kesulitan belajar untuk ujian akhir, ia menciptakan font ini. Dyslexie menjadi font pemenang penghargaan yang diklaim mencegah huruf terasa berputar-putar di mata. Bisa digunakan gratis, tapi untuk mencetaknya perlu membeli lisensi sekitar $100.
- Open Dyslexic: Proyek gratis dan open-source sejak 2011, Open Dyslexic dibuat Abelardo Gonzalez. Mirip Dyslexia, tapi benar-benar gratis bahkan untuk komersial. Kemiripan ini sempat memicu konflik dengan Boer, tapi sampai sekarang tetap gratis.
- Gill Dyslexic: Sedikit kurang populer dibanding dua sebelumnya, Gill Dyslexic juga ciptaan Christian Boer. Lebih murah untuk komersial dan simetrinya dikurangi, sehingga hurufnya tidak terlalu mirip satu sama lain bagi penyandang disleksia.
- Lexia Readable: Pilihan populer lain untuk disleksia adalah Lexia Readable. Bisa dibeli di situs resminya, tampilannya mirip Comic Sans tapi tanpa kesan kekanak-kanakan. Enak dibaca pada huruf kecil juga.
FAQ
Font apa yang digunakan untuk disleksia?
Arial dan Comic Sans adalah font standar yang paling cocok untuk penyandang disleksia karena tidak terlalu rapat. Alternatif lain seperti Century Gothic, Tahoma milik Microsoft, dan Verdana bisa dicoba. Untuk ukuran, disarankan 12–14 pt. Namun beberapa orang dengan disleksia butuh semua huruf kapital.
Bagaimana tampilan teks bagi disleksia?
Kebanyakan font tampak rapat dan sulit dibaca. Disarankan memakai font yang memang dirancang untuk disleksia, seperti Read Regular, Sylexiad, Opendyslexic, Lexia Readable, dan Gill Dyslexic.
Apakah font Dyslexie efektif?
Sayangnya bagi kebanyakan penyandang disleksia, font Dyslexie tidak terlalu efektif menurut riset. Studi menyebut font khusus belum tentu membantu mereka yang punya disleksia, karena tetap lambat membaca dan masih sering salah. Namun bagi sebagian orang bisa bermanfaat, jadi tetap layak dicoba.
Berapa ukuran font yang direkomendasikan untuk disleksia?
Sebagian besar orang dengan disleksia akan merasa font Sans Serif ukuran 12–14 pt paling nyaman. Jarak antar huruf yang lebih besar juga membantu, bisa meningkatkan keterbacaan hingga 30%. Namun, sebagian lain butuh font jauh lebih besar, tergantung kebutuhan.
Apa manfaat menggunakan font Dyslexie?
Ide utama font ramah disleksia seperti Dyslexie adalah mengurangi kesalahan dan meningkatkan kecepatan membaca bagi penyandang disleksia.
Berapa harga font Dyslexie?
Untuk penerbitan, font Dyslexie dibanderol sekitar $10.
Apa nama font yang digunakan untuk disleksia?
Ada banyak font ramah disleksia yang tersedia online. Contoh populer: Times New Roman, Verdana, Courier, Helvetica, dan Arial.
Mengapa orang menggunakan font disleksia?
Karena tidak dapat memproses tulisan seperti orang lain, penyandang disleksia membutuhkan font khusus dengan ukuran dan spasi karakter yang pas untuk membantu mempercepat membaca dan mengurangi kesalahan.
Apa itu font Dyslexie?
Font Dyslexie adalah font khusus yang dirancang untuk penyandang disleksia dan kesulitan membaca lain. Untuk penerbitan, harganya sekitar $10.
Apakah font disleksia gratis?
Beberapa font ramah disleksia gratis, sebagian lain berbayar. Cek font gratis secara online untuk tahu mana yang perlu dibeli.

