Disleksia adalah salah satu kesulitan belajar paling umum, memengaruhi sekitar sepuluh persen populasi. Namun, mengenali tanda awal disleksia bisa sangat sulit, apalagi jika kita tidak sadar apa saja gejalanya atau belum memahami kemungkinan penanganannya.
Disleksia kini sangat bisa dikelola, berkat kemajuan teknologi bantu dan pendekatan modern dalam pendidikan, pembelajaran, dan layanan kesehatan. Langkah awal untuk mengatasi disleksia selalu dengan menghubungi klinik bersertifikat yang dapat melakukan tes skrining dan memberikan kuesioner. Namun, ada beberapa alat skrining yang juga bisa Anda gunakan sendiri secara online.
Pada paragraf berikut, kami akan memandu Anda mengenali gejala gangguan belajar ini, proses skrining disleksia yang umum, serta sumber tambahan yang bisa membantu Anda mengatasinya.
Ciri-ciri disleksia pada dewasa
Disleksia muncul berbeda pada setiap orang, sehingga penilaian khusus dibutuhkan agar yakin itu memang disleksia. Namun, ada gejala yang sering muncul dan bisa dijadikan sinyal kuat disleksia, misalnya:
- Ejaan buruk dan kemampuan literasi rendah
- Kesulitan mengenali kata
- Kemampuan memproses bahasa terganggu
- Gangguan kesadaran fonologis
- Kelancaran membaca rendah atau kemampuan di bawah tingkat seharusnya
- Sering menggunakan kata-kata tidak bermakna
- Sulit belajar bahasa asing
- Masalah penamaan cepat & pengenalan kata
- Tidak bisa mengikuti instruksi membaca
- Kehilangan kemampuan berima
Mengapa saya perlu tes?
Sebaiknya segera lakukan deteksi dini disleksia. Karena kesulitan membaca bisa memengaruhi kehidupan profesional, akademik, & pribadi, dan sering kali juga merusak rasa percaya diri serta produktivitas. Semakin cepat didiagnosa, semakin cepat bisa ditemukan solusi yang sesuai kebutuhan harian Anda.
Diagnosis cepat juga penting untuk anak & remaja—bahkan mungkin lebih penting. Siswa kelas 1, misalnya, sangat membutuhkan bantuan saat mulai belajar baca-tulis, jadi remediasi & pendidikan khusus biasanya dibutuhkan. Siswa SMA perlu bantuan ekstra agar lulus ujian bahasa Inggris dan masuk universitas.
Apa yang dinilai dalam tes disleksia?
Tes disleksia bisa memakan waktu dan dilakukan di lingkungan yang tenang tanpa gangguan suara. Detailnya bisa berbeda tergantung pasien. Anak disleksia tidak bisa diuji persis seperti dewasa, dan tiap orang dewasa pun berbeda. Tapi, umumnya tes akan mengukur:
- Pemrosesan fonologis
- Kesadaran fonemik
- Masalah membaca
- Pemahaman bacaan
- Kemampuan bahasa
- Pengenalan & pemecahan kata
- Kelancaran membaca lisan
- Keterampilan motorik (tulisan tangan, kaligrafi)
Evaluasi hasil Anda mungkin butuh waktu beberapa hari. Sambil menunggu, Anda bisa coba tes mandiri seperti Shaywitz DyslexiaScreen.
Kapan harus tes
Waktu terbaik untuk tes disleksia adalah sekarang juga. Intervensi dini sangat krusial, tidak ada syarat khusus siapa pun bisa tes. Riset menunjukkan deteksi awal gangguan belajar spesifik memberikan hasil jauh lebih baik, meminimalkan penurunan motivasi dan hambatan lanjutan.
Siapa yang bisa mendiagnosa?
Walau Anda bisa tes & pakai aplikasi skrining sendiri, tetap perlu janji dengan psikolog andal, psikolog pendidikan berlisensi, spesialis diagnostik, atau ahli kesulitan belajar. Anda tidak bisa mendiagnosa sendiri, dan perlu dokumen resmi jika ingin pengakuan disabilitas.
Berapa biayanya?
Biaya tes kesulitan belajar bervariasi, tergantung tempat & cara tesnya. Tes di spesialis terkenal di New York dan tes mandiri belum tentu setara. Namun, biasanya biaya penilaian profesional berkisar $500 sampai $2000.
Penilaian online
Banyak tes skrining online seperti milik International Dyslexia Association, Dyslexiaida.org, IDRFA, dll. Bisa juga mencoba tes mandiri seperti Towre-2 atau Comprehensive Test of Phonological Processing yang tersedia lengkap dengan panduan nilai. Ada juga tes Woodcock-Johnson.
Sumber bermanfaat untuk disleksia
Karena disleksia sangat umum, banyak alat praktis telah dibuat untuk memudahkan interaksi dengan tulisan.
Misal, Anda bisa gunakan Grammarly, asisten menulis gratis, untuk memeriksa ejaan dan gaya. Pakai pula aplikasi seperti NumberShark agar lancar belajar/membaca angka jika disleksia juga memengaruhi numerik. Jika sulit mencatat, coba Sonocent Audio Notetaker, aplikasi perekam suara yang bisa digabungkan dengan slide presentasi-
Speechify
Akhirnya, kami rekomendasikan alat text-to-speech: Speechify, teknologi bantu nomor satu untuk disleksia. Aplikasi ini bisa dipakai mandiri, dalam program pendidikan, lingkungan kantor, atau di mana saja berkat fleksibilitas & integrasi yang sangat baik.
Speechify awalnya dibuat untuk penderita disleksia, jadi algoritmanya berdasar riset dan pakai machine learning canggih agar suara AI terdengar nyata dan ekspresif. Speechify bisa untuk latihan fonik & mendengarkan, mengubah bahan bacaan jadi audiobook, bahkan memindai buku fisik lalu dibacakan AI-nya.
Speechify juga bagus bagi yang mengalami gangguan fungsi eksekutif dan kognitif, serta gangguan seperti ADHD, dan didukung hampir di semua distrik sekolah.

