1. Beranda
  2. B2B
  3. Disleksia vs. Autisme
Dipublikasikan pada B2B

Disleksia vs. Autisme

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Orang sering keliru mengira disleksia dan autisme sama karena terlihat mirip. Padahal, keduanya adalah gangguan yang sangat berbeda dan memengaruhi otak dengan cara berbeda. Disleksia adalah kesulitan belajar, sedangkan autisme adalah gangguan perkembangan.

Apa itu disleksia?

Disleksia perkembangan, atau disleksia saja, adalah kesulitan belajar yang memengaruhi proses otak terkait membaca dan menulis.

Disleksia dikategorikan sebagai “gangguan belajar spesifik” menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM)

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi keterampilan membaca dan menulis. Penderitanya juga bisa mengalami kesulitan mengingat dan memproses informasi yang didengar atau dilihat. Orang dengan disleksia juga bisa mengalami kesulitan belajar lain seperti diskalkulia dan disgrafia.

Akibatnya, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan belajar dan literasi seseorang.

Disleksia juga sering berdampak pada kemampuan mengatur dan mengelola kegiatan sehari-hari.

Beberapa ilmuwan percaya disleksia adalah spektrum kondisi yang memengaruhi area yang serupa di korteks otak.

Namun, memiliki perbedaan belajar seperti disleksia juga punya kelebihan. Misalnya, penalaran, kreativitas, dan keterampilan visual pada penyandang disleksia sering kali lebih baik dibandingkan mereka yang tidak disleksia.

Gejala khas gangguan belajar ini meliputi kesulitan kesadaran fonologis, memori verbal yang lemah, dan kecepatan pemrosesan yang lambat.

Apa itu gangguan spektrum autisme?

Gangguan spektrum autisme (ASD) adalah disabilitas perkembangan yang menyebabkan masalah dalam interaksi sosial dan komunikasi. Penderita ASD juga memiliki perilaku dan minat yang terbatas atau berulang.

Orang autis belajar, memperhatikan, dan bergerak dengan cara yang berbeda. Perlu diketahui, orang tanpa autisme juga bisa menunjukkan gejala serupa, namun mereka yang mengalami disabilitas autis bisa sangat kesulitan menghadapi ciri-ciri ini.

Bentuk autisme berfungsi tinggi disebut sindrom Asperger. Asperger merujuk pada mereka yang mengalami kesulitan komunikasi tanpa gangguan bahasa.

Beberapa anak autis mungkin tidak melakukan kontak mata, jarang menggunakan gestur, menyusun mainan dan marah saat urutannya diubah, dll. Anak autis juga sering mengalami hiperleksia, yaitu membaca sejak sangat dini tanpa diajari.

Mayoritas penyandang ASD juga mengalami gangguan lain seperti keterlambatan gerak dan bicara, gangguan kejang, perilaku impulsif, masalah pencernaan, kecemasan, dll.

Usia rata-rata diagnosis autisme sekitar tiga tahun. Untuk disleksia, diagnosisnya sekitar enam tahun.

Ilmuwan masih belum tahu apakah ASD terkait kelainan struktur atau fungsi otak.

Penderita autisme dapat mengalami disleksia sama seringnya dengan orang neurotipikal.

Perbedaan antara disleksia dan autisme

  • Autisme adalah gangguan perkembangan, disleksia adalah disabilitas belajar
  • Autisme berdampak pada kemampuan sosial, kognisi, dan gerakan
  • Autisme terutama mengganggu komunikasi sosial, disleksia mengganggu pemahaman membaca
  • Kesulitan membaca dan menulis lebih sering terjadi pada disleksia
  • Tingkat dan jenis autisme sangat beragam, sedangkan gejala disleksia cenderung lebih ringan
  • Masalah pemrosesan sensorik lebih sering dijumpai pada autisme
  • Kesulitan komunikasi umumnya ditemukan pada autisme

Adakah hubungan antara autisme dan disleksia?

Karena autisme menyebabkan gangguan bahasa, kesulitan perkembangan ini sering dikaitkan dengan disleksia. Orang tua dengan anak autis kerap bertanya apakah semua gejala anaknya berkaitan dengan autisme atau gangguan lain.

Autisme dapat terjadi bersamaan dengan gangguan neuroperkembangan lain seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), kecemasan, dispraksia, skizofrenia, dan lainnya.

Banyak autis juga memiliki gangguan neuroperkembangan tambahan. Namun, neurosains dan psikiatri masih belum banyak meneliti kaitan antar kondisi ini.

Dokter anak dan terapis perilaku bisa menyaring berbagai kondisi yang mungkin muncul bersamaan. Prevalensi komorbiditas dan kondisi yang terjadi sekaligus sangat tinggi pada anak dan remaja autis. Namun hingga kini, riset soal hubungan antara autisme dan disleksia masih terbatas. Jika anak disleksia juga menunjukkan gejala autisme, sangat sulit menentukan kondisi mana yang menyebabkan gejala tersebut.

Penderita autisme dan disleksia membutuhkan pendekatan belajar khusus untuk membantu mereka mengatasi tantangan belajar.

Perkenalkan Speechify - Alat bantu baca untuk dua kondisi

Karena autisme dan disleksia bersifat jangka panjang dan tidak bisa disembuhkan dengan obat, teknik belajar kompensasi khusus dapat membantu penderitanya.

Teknologi bantu membantu penyandang perbedaan belajar tetap fokus, meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi frustrasi, dan membuat mereka lebih produktif.

Siswa disleksia yang kesulitan mendekode atau punya disabilitas belajar lain dapat memakai alat seperti Speechify untuk mengubah teks jadi file audio. Speechify adalah teks ke suara yang memakai assistive dan teknologi OCR untuk mengubah PDF, dokumen, buku (cetak dan digital), serta e-mail jadi rekaman suara.

Speechify membantu jutaan penyandang disleksia lebih produktif di sekolah dan kerja. Jika ingin mencoba fitur ini, Anda bisa mulai gratis hari ini.

FAQ

Apakah disleksia bisa dikira autisme?

Banyak orang menyamakan disleksia dan autisme, padahal keduanya berbeda dan memengaruhi bagian otak yang berbeda.

Bisakah seseorang autis sekaligus disleksia?

Ya, banyak penyandang autisme juga punya disleksia. Namun, kaitan antara keduanya masih belum jelas dan butuh riset ilmiah lebih lanjut.

Apakah disleksia termasuk spektrum autisme?

Disleksia adalah spektrum gangguan yang mencakup beragam disfungsi neuropsikologi. Dua anak disleksia bisa mengalami gangguan membaca dan memproses kata yang berbeda.

Apa saja tanda umum autisme?

Anak autis mungkin tidak merespons saat dipanggil namanya, menghindari kontak mata, atau tidak tersenyum saat diajak tersenyum. Orang dewasa bisa kesulitan menjalin pertemanan dekat, mengatur dan mengekspresikan emosi, atau sangat terobsesi pada satu topik sempit.

Apakah disleksia masalah sosial?

Disleksia bukan masalah sosial secara langsung. Dengan intervensi dini dan pendekatan belajar yang tepat di sekolah, dampaknya pada kehidupan sosial bisa sangat minimal.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.