Bagaimana cara mengurangi subvokalisasi?
Ada banyak alasan orang kesulitan membaca lancar. Kesulitan membaca bisa disebabkan disleksia, ADHD, atau hal lain. Semuanya bisa sangat memengaruhi kelancaran dan pemahaman bacaan kita.
Faktor lain, yaitu subvokalisasi, dapat menghambat alur membaca ketika bertemu kata yang tidak dikenal. Walaupun alami, kebiasaan ini bisa mengganggu kemampuan membaca lantang, sehingga membuat hidup sedikit lebih repot. Di bawah ini kami jelaskan apa itu dan cara menguranginya.
Apa itu subvokalisasi?
Subvokalisasi adalah kebiasaan membaca dengan “suara” di dalam hati. Proses seperti berbicara ini hanya kita dengar sendiri. Biasanya terjadi saat membaca teks. Ilmuwan menjelaskannya sebagai proses alami yang berkaitan dengan memori jangka pendek; kadang membantu, kadang justru mengganggu tergantung seberapa sering kita melakukannya.
Di sisi positif, subvokalisasi membantu kita memahami kata dan hubungannya satu sama lain. Namun, kebiasaan ini bisa memperlambat membaca sehingga membaca lantang hampir mustahil.
Cara meminimalkan subvokalisasi
Sayangnya, tidak ada cara menghentikan subvokalisasi sepenuhnya, meski ada klaim dari metode speed reading tertentu. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi dan meminimalkannya supaya makin lancar membaca. Berikut cara praktis meningkatkan kemampuan membaca dan mengatasi tantangan umum ini.
Gunakan penunjuk saat membaca
Teknik membaca cepat dasar menggunakan tangan sebagai penunjuk gerak mata dan memperluas jangkauan pandangan. Mungkin terlihat kekanak-kanakan, tapi cara ini efektif untuk menjaga fokus dan mengikuti alur teks. Ini meningkatkan pemahaman bacaan dan kemampuan membaca lantang, sekaligus mengurangi kebiasaan terpaku pada satu kata.
Dengarkan musik saat membaca
Sudah terbukti bahwa mendengarkan musik sangat membantu saat membaca. Musik tak hanya mengurangi subvokalisasi, tapi juga jadi stimulus audio agar lebih fokus, baik di kota ramai maupun daerah tenang. Namun tidak semua genre musik cocok. Musik klasik yang tenang dan bertempo lambat biasanya lebih pas daripada pop cepat atau musik keras.
Sibukkan mulut Anda
Makan atau mengunyah sesuatu saat membaca cukup efektif untuk mengurangi subvokalisasi. Alasannya sederhana. Saat mulut sibuk, suara di dalam hati cenderung berkurang. Coba kunyah permen karet, gigit pensil, atau hisap permen jika mengalami subvokalisasi.
Baca lebih cepat
Kecepatan bicara orang rata-rata sekitar 200–250 kata per menit. Jika Anda bisa menaikkannya sekitar 100 kata saat membaca dalam hati, peluang untuk mengucap tiap kata di kepala jadi jauh lebih kecil. Ini mungkin tidak mudah, tapi bisa sangat membantu. Jangan terlalu khawatir soal kesalahan, lama-lama Anda akan terbiasa.
Undang suara tamu
Cobalah membaca sekelompok kata dengan suara yang berbeda. Bayangkan suara tokoh fiksi atau selebriti, dan subvokalisasi bisa berkurang drastis.
Bagaimana Speechify membantu mengatasi subvokalisasi
Selain lima tips klasik tadi, Anda juga dapat memanfaatkan teknologi bantu untuk meningkatkan kemampuan membaca. Teknologi text-to-speech terbukti berguna—contohnya aplikasi Speechify, yang lebih unggul dibanding kursus speed reading.
Alat TTS ini memakai machine learning, AI, dan OCR untuk mengubah bacaan apa saja jadi suara AI yang terdengar natural, kata demi kata. Tersedia 30+ suara dan mendukung 15+ bahasa.
Bagaimana Speechify bisa mengurangi subvokalisasi? Gampang. Saat teks dipaste lalu Anda tekan play, aplikasi akan menyorot kata yang sedang dibaca AI. Saat kata-kata disorot, Anda bisa lebih fokus pada tiap kata.
Itu belum semuanya. Manfaat lain memakai Speechify untuk mengurangi subvokalisasi—Anda bisa atur kecepatan baca AI. Maksimal 900 kata per menit, tapi tak harus sampai segitu. Jika disetel di atas 300 kata per menit, subvokalisasi biasanya makin berkurang. Dokumen apa saja bisa terasa seperti podcast. Anda takkan memandang dokumen Word dengan cara yang sama lagi.
Kalau Anda ingin mencoba Speechify, ada kabar baik. Aplikasinya tersedia di berbagai perangkat dan platform populer. Bisa di iOS, Android, dan sebagai aplikasi di Mac. Juga tersedia add-on untuk browser.Klik di sini untuk menggunakan Speechify gratis.
FAQ
Apa itu subvokalisasi?
Subvokalisasi adalah membaca dalam hati ketika kita membaca teks. Ini terjadi dengan pergerakan kecil pada pita suara, mirip seperti saat berbicara biasa. Kebiasaan ini bisa berdampak positif maupun negatif. Jika berdampak negatif, ia membuat membaca lantang jadi sulit karena kita cenderung mengulang kata yang sama terus-menerus.
Bagaimana mencegah subvokalisasi?
Sayangnya, Anda tak bisa menghentikan subvokalisasi sepenuhnya. Namun, Anda bisa meminimalkannya untuk meningkatkan kemampuan baca, baik dengan berlatih teknik membaca cepat maupun memakai teknologi text-to-speech seperti Speechify.
Bagaimana cara meminimalkan subvokalisasi?
Beberapa cara mudah untuk meminimalkan subvokalisasi antara lain:
- Gunakan jari sebagai penunjuk saat membaca;
- Dengarkan musik santai;
- Sibukkan mulut dengan permen karet atau permen keras;
- Naikkan kecepatan baca di atas 300 kata/menit;
- Alihkan perhatian dengan berhitung atau menirukan suara lain;
- Gunakan aplikasi text-to-speech Speechify.
Kenapa subvokalisasi terjadi?
Subvokalisasi itu alami dan dialami semua orang. Para ilmuwan percaya hal ini membantu otak lebih mudah memahami, mengingat, dan memproses kelompok kata maupun kata tunggal. Mereka berpendapat ini mengurangi beban kognitif.

