1. Beranda
  2. Disleksia
  3. Bagaimana cara mengatasi disleksia pada orang dewasa?
Dipublikasikan pada Disleksia

Bagaimana cara mengatasi disleksia pada orang dewasa?

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Disleksia berarti seseorang kesulitan menghubungkan bunyi (fonik) dengan huruf dalam kata. Meski termasuk kesulitan belajar, kondisi ini tidak berkaitan dengan IQ maupun masalah penglihatan. Disleksia biasanya dikaitkan dengan anak-anak karena gejalanya muncul sejak dini. Namun, banyak orang baru menyadari kondisi ini saat dewasa. Jadi, mari kita bahas tantangan mereka, ya?

Tantangan orang dewasa dengan disleksia dalam kehidupan sehari-hari

Sudah diketahui, hidup dengan kondisi seperti disleksia membuat hari-hari terasa lebih berat, termasuk bagi orang dewasa. Sama seperti anak-anak, mereka rentan mengalami cemas, marah, kurang percaya diri, bahkan depresi. Simak lebih lanjut:

  • Kecemasan: Ini respons alami terhadap bahaya yang muncul dalam reaksi melawan, lari, atau diam. Orang dewasa dengan disleksia sering merasa cemas sebelum bekerja, karena tahu akan menghadapi situasi yang memicu gugup akibat kondisinya.
  • Marah: Orang dewasa dengan disleksia sering merasa marah. Bedanya dengan anak, kemarahan orang dewasa cenderung dilampiaskan ke rekan kerja, keluarga, atau teman.
  • Rasa percaya diri: Disleksia sering disertai masalah kesehatan mental. Orang dengan disleksia cenderung memandang diri rendah karena kemampuan membaca yang terbatas, sehingga berdampak pada keterampilan sosial dan kesehatan mental.
  • Depresi: Orang dewasa yang sulit membaca rentan berpikir negatif tentang diri sendiri. Hal ini membuat mereka sulit menilai pengalaman harian secara positif dan akhirnya susah melihat masa depan dengan harapan baik.

Disleksia memengaruhi kehidupan pribadi dan karier. Mulai dari kesulitan bersosialisasi hingga performa kerja yang kurang optimal, orang dewasa dengan disleksia bisa merasa tak berdaya untuk mengubah hidup mereka.

Gejala dan tanda disleksia pada orang dewasa

Dua gejala paling umum pada anak dan dewasa dengan disleksia yaitu:

  • Kesulitan membaca dan mengerjakan soal matematika
  • Masalah memori dan manajemen waktu

Disleksia juga menyebabkan kesulitan memahami bacaan dan membuat ringkasan. Kadang juga membuat penderitanya sulit menangkap arti idiom dan lelucon. Selain gejala tadi, ada masalah lain yang membuat aktivitas sehari-hari jadi menantang, seperti di bawah ini:

  • Sulit fokus pada satu aktivitas
  • Menghindari rapat yang berkaitan dengan perencanaan
  • Mudah kewalahan saat harus mengisi formulir panjang
  • Bereaksi berlebihan terhadap kesalahan
  • Memiliki standar yang sangat ketat
  • Lebih mudah belajar secara visual
  • Sangat sensitif terhadap stres
  • Kurang percaya diri

Memahami perbedaan ADHD dan disleksia

Banyak orang mengira ADHD dan disleksia sama, padahal keduanya kondisi otak yang berbeda. Namun, sepertiga penyandang disleksia juga memiliki ADHD. Penderita ADHD juga enam kali lebih berisiko mengalami gangguan mental dan belajar seperti disleksia dibanding populasi umum. Namun, ADHD tidak selalu berujung disleksia, dan disleksia tidak menyebabkan ADHD. Disleksia membuat memahami bahasa tertulis dan lisan menjadi susah, sementara ADHD menyebabkan hiperaktif dan susah fokus serta mengendalikan impuls, sehingga sulit menjalankan aktivitas harian.

Penanganan medis umum untuk mengatasi disleksia

Setelah diagnosis oleh profesional medis, rencana penanganan disleksia bisa meliputi:

  • Terapi okupasi untuk mengelola dampak disleksia di tempat kerja
  • Pelatihan atau tutor agar membaca lebih lancar, penting bagi semua usia penyandang disleksia
  • Meminta akomodasi yang wajar dari atasan sesuai Americans with Disabilities Act (ADA)
  • Meminta petunjuk secara lisan daripada tertulis
  • Mengikuti kelompok dukungan untuk berbagi strategi belajar dan mengingat materi baru
  • Berlatih dalam situasi yang terasa tidak nyaman

Teknologi juga berperan penting membantu penyandang disleksia, terutama yang sudah bekerja. Berikut beberapa solusi yang bermanfaat:

  • Menggunakan aplikasi atau perangkat lunak pengubah suara-menjadi-teks dan sebaliknya agar tidak perlu menulis atau mengetik semuanya
  • Merekam rapat atau percakapan penting untuk didengarkan kembali jika ada info yang terlewat
  • Memakai pengatur elektronik untuk tetap teratur dan mengurangi distraksi

Cara non-medis terbaik mendukung penyandang disleksia dewasa

Meski saran medis penting bagi semua jenis disleksia, ada cara non-medis untuk meminimalkan dampaknya pada orang dewasa. Salah satunya dengan dukungan teknologi bantu seperti aplikasi dan program yang memudahkan hidup penyandang disleksia.

  • KAZ-Type: Program hasil kerja sama dengan Dyslexia Research Trust, khusus untuk kebutuhan penyandang disleksia. Mengetik biasanya lebih mudah ketimbang menulis tangan. KAZ-Type melatih keterampilan mengetik sentuh yang membantu performa kerja.
  • Sonocet Audio Notetaker: Dalam satu workspace, aplikasi ini merekam audio beserta slide dan teks. Cara yang efektif bagi pengguna yang kesulitan mencatat manual. Pengguna bisa mengelompokkan dan mengatur catatan supaya mudah ditemukan kapan saja.
  • ClaroRead: ClaroRead memudahkan pengguna menulis di Google Docs, melakukan riset, membaca PDF, juga mengecek ejaan. Fitur mind mapping tersedia untuk membuat dokumen dan mengatur ide. Selain penyandang disleksia, ClaroRead juga banyak dipakai orang tanpa gangguan belajar.
  • Talking Fingers: Perangkat lunak ini menawarkan beragam aktivitas membaca dan mengeja aktif. Setiap bagian mengasah kemampuan berbeda, seperti membaca, mengetik, atau menulis. Meski utamanya untuk siswa SMA, juga cocok untuk orang dewasa yang kesulitan karena disleksia.
  • Speechify: Sebagai aplikasi teks-ke-suara terbaik saat ini, Speechify mengubah teks tertulis jadi suara alami. Ada fitur highlight teks untuk membantu latihan membaca. Pengguna dewasa dengan disleksia bisa bekerja lebih produktif dan memahami bacaan dengan lebih baik.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.