Buku-buku Jane Austen
Jane Austen adalah salah satu penulis Inggris terbesar. Ia terkenal lewat enam novel utamanya, di antaranya Sense and Sensibility, Pride and Prejudice, Mansfield Park, Emma, Northanger Abbey, dan Persuasion. Karyanya banyak menyoroti dan mengkritik kelas sosial bangsawan tanah di Inggris abad ke-18.
Semasa hidup, ia menerbitkan karya secara anonim dan meraih sukses sedang. Namun dua novel terakhirnya, Northanger Abbey dan Persuasion, baru terbit setelah ia wafat pada 1818 dengan mencantumkan namanya. Dan itu belum akhir kisah karyanya. Ia sempat menulis namun tak menyelesaikan Sanditon, yang ditemukan bersama naskah lain seperti novel pendek Lady Susan, serta satu lagi novel tak rampung—The Watsons.
Seperti banyak penulis dan seniman lain di zamannya, Jane Austen tidak pernah menyaksikan kesuksesan besar semasa hidupnya. Karyanya baru benar-benar diapresiasi publik lama setelah ia meninggal. Kini, bukunya hampir selalu dicetak ulang dan sering diadaptasi ke TV dan film. Versi audionya pun tersedia, dan beberapa bisa kamu dengarkan di koleksi audiobook Speechify.
Siapa Jane Austen—novelis dan penulis Inggris
Tak banyak yang diketahui soal masa kecil Jane. Yang diketahui berasal dari surat-suratnya dengan sang kakak perempuan sekaligus sahabat, Cassandra. Selain ia lahir 1775, hanya diketahui ia punya dua kakak laki-laki dan satu saudara perempuan, ayahnya seorang pendeta, dan ibunya, Cassanda, berasal dari keluarga berada di Bath.
Sejak dini, Jane Austen sudah gemar menulis. Karya awalnya berupa puisi dan cerita pendek tentang dirinya dan keluarganya. Karya-karya ini lalu dikumpulkan dan dikenal sebagai Juvenilia yang menurut para kritikus kualitasnya sudah sebanding dengan karya dewasanya yang ia tulis kemudian.
Beberapa karya awal terpentingnya termasuk Lady Susan, novel epistolari yang ia tulis sekitar usia 18 tahun. Ia kemudian menulis buku panjang pertamanya, Elinor and Marianne, yang menjadi dasar novel tahun 1811-nya Sense and Sensibility. Setelah itu, ia memulai novel keduanya, First Impressions, yang terbit dengan judul Pride and Prejudice.
Buku-buku karya Jane Austen
Meski karier menulisnya diwarnai penerbitan anonim karena situasi zamannya, Jane Austen kini disebut sebagai salah satu penulis Inggris terhebat di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Hal ini paling terasa di enam novelnya di bawah ini, yang akan kami ulas dan rangkum singkat buat kamu yang ingin mulai membaca.
Sense and Sensibility (1811)
Ditulis oleh “A Lady” di sampul asli alih-alih namanya sendiri, Sense & Sensibility adalah novel pertama Jane Austen yang ingin kami soroti. Ceritanya mengikuti saudari Dashwood—Elinor dan Marianne—yang terpaksa meninggalkan rumah setelah ayah mereka wafat.
Ini adalah kisah cinta dan persahabatan di mana Elinor (akal sehat) dan Marianne (perasaan) mengalami jatuh cinta dan patah hati. Buku ini adalah sukses besar pertama Austen, dan sudah berkali-kali diadaptasi ke film, TV, dan teater. Kamu bisa dengarkan Sense and Sensibility dalam empat versi berbeda di Speechify.
Pride and Prejudice (1813)
Tak ada karya Jane Austen yang lebih populer dari bukunya tahun 1813 Pride & Prejudice. Di novel ini, kita mengikuti Elizabeth Bennet, wanita muda karismatik yang ayahnya tak punya pewaris pria. Karena itu, putri-putrinya harus menikah dengan pria kaya agar rumah mereka tetap milik keluarga. Kisah cinta ini mengajarkan pentingnya menyingkirkan rasa bangga dan prasangka demi cinta.
Selama bertahun-tahun, Pride and Prejudice kerap disebut sebagai karya favorit sastra Inggris di kalangan akademisi dan pembaca. Tak heran, sudah banyak cetak ulang serta adaptasi film, miniseri, dan teater. Sama seperti Sense and Sensibility, Pride and Prejudice tersedia di Speechify sebagai audiobook dalam empat versi berbeda.
Mansfield Park (1814)
Novel ketiga Jane Austen yang terbit, Mansfield Park, adalah kisah Fanny Price yang sejak kecil harus tinggal bersama tante dan pamannya yang kaya. Hidup Fanny diwarnai perbedaan, soal agama, bahkan isu perbudakan yang menguji perkembangan dirinya sepanjang novel.
Seperti dua judul sebelumnya, Mansfield Park sudah sering diadaptasi. Ini dianggap salah satu karya terbaik Austen karena banyak pesan tersirat tersebar di sepanjang novel. Kamu bisa dengar buku ini di Speechify dalam tiga versi berbeda, masing-masing dibawakan narator berbeda seperti Anna Bentinck dan Johanna Ward.
Emma (1815)
Emma adalah novel 1815 dari Jane Austen yang bercerita tentang hubungan keluarga di Inggris masa Georgian-Regency. Tokohnya, Emma Woodhouse, digambarkan sebagai wanita muda cerdas namun manja. Sifatnya sering membuat ia terseret masalah karena terlalu percaya diri.
Kamu bisa dengarkan Emma dalam versi multicast di Speechify.
Northanger Abbey (1817)
Satu lagi novel klasik Jane Austen, Northanger Abbey adalah satire yang menohok novel-novel Gotik populer di zamannya. Ceritanya tentang Catherine Morland, wanita muda polos yang sedang mencari jati diri, namun sering terjebak kegemaran pada sastra Gotik dan imajinasi liarnya.
Meski ini novel utuh pertamanya, buku ini baru terbit setelah ia meninggal. Namun kamu tetap bisa mendengarkannya di Speechify dalam tiga versi berbeda.
Persuasion (1817)
Dalam Persuasion, Jane Austen mengangkat tema penebusan dan kesempatan kedua. Kisah cinta ini berfokus pada hubungan Anne Elliot dan Kapten Frederick Wentworth yang sempat kandas karena Anne dipengaruhi untuk menolak menikahinya. Namun setelah ia kembali dari perang dan hidup lebih mapan, Anne mulai mempertanyakan keputusan lamanya.
Persuasion, dinarasikan Rosalyn Landor, tersedia sebagai audiobook di Speechify hanya Rp120 ribu atau gratis jika ini buku pertamamu.
Dengarkan lebih banyak buku Jane Austen di audiobook Speechify
Selain buku-buku terkenal di atas, Speechify juga menawarkan banyak karya terbaik Jane Austen lain. Kamu bisa menyimaknya dengan narasi para narator luar biasa. Di luar Jane Austen, ada lebih dari 60.000 judul menarik dari nonfiksi, roman, sampai thriller yang siap kamu nikmati.

