Gangguan pemrosesan bahasa (LPD) adalah salah satu jenis disabilitas belajar yang memengaruhi kemampuan berbahasa seseorang. Ada dua tipe utama LPD:
- Gangguan bahasa ekspresif (ELD)
- Gangguan bahasa reseptif (RLD)
RLD terjadi saat seseorang kesulitan memahami orang lain. Misalnya pada orang dengan gangguan pendengaran yang sulit membedakan suara bicara dari kebisingan. Pada ELD, seseorang kesulitan mengekspresikan pikirannya. Contohnya, penyandang autisme yang kerap kesulitan berkomunikasi.
Di artikel ini, kami membahas LPD yang sering dijumpai. Kami juga membagikan cara mengatasinya dan meningkatkan kemampuan komunikasi.
Ringkasan gangguan pemrosesan bahasa yang umum
Berikut beberapa kondisi umum yang bisa menyebabkan masalah pemrosesan bahasa. Ini bukan daftar lengkap—masih banyak LPD lain selain yang disebutkan di bawah.
Disleksia
Disleksia merupakan LPD yang cukup sering ditemui dan memengaruhi kemampuan membaca pada anak maupun orang dewasa. Kondisi ini berdampak pada pemahaman bahasa secara keseluruhan.
Penderita disleksia kerap mengalami kesulitan memori verbal dan kesadaran fonologis, sehingga mudah bingung saat membaca. Kata-kata bisa tampak acak, terutama jika tidak berpola jelas.
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
ADHD adalah salah satu gangguan perilaku paling umum pada anak dan remaja. ADHD memengaruhi kemampuan memecahkan masalah karena sulit fokus, dan membuat orang susah memberikan perhatian penuh.
Anak dengan ADHD lebih berisiko mengalami masalah bahasa dibanding yang tidak. Masalah ini bisa berupa kesulitan mengikuti instruksi dan pemrosesan kata yang lambat, baik lisan maupun tulisan.
Sebagian juga kesulitan memahami bacaan sehingga membutuhkan pendidikan khusus.
Central Auditory Processing Disorder (CAPD)
CAPD adalah gangguan pendengaran yang dialami sekitar 5% anak usia sekolah. Kondisi ini terjadi karena otak dan telinga tidak bekerja selaras. Anak dengan CAPD tidak memproses suara seperti anak lainnya.
Diagnosis dini sangat penting bagi anak dengan CAPD. Dengan pendekatan yang tepat, ahli dapat melatih anak memanfaatkan informasi suara secara optimal.
Gejalanya antara lain kerap salah dengar suara atau kata. Beberapa anak kesulitan memahami instruksi lisan dan mudah kewalahan di lingkungan yang bising.
Gangguan Bahasa Ekspresif (ELD)
Seperti dijelaskan sebelumnya, ELD adalah kondisi ketika seseorang sulit menggunakan bahasa. Orang dengan ELD biasanya paham ucapan orang lain, tetapi kesulitan mengungkapkan pikiran dan ide sendiri.
Karena itu, ELD bukan sekadar gangguan perkembangan bahasa biasa. Kondisi ini tidak memengaruhi artikulasi atau pengucapan, juga tidak terkait dengan kecerdasan. Orang dengan ELD hanya kesulitan berbicara dengan kalimat yang jelas.
Pilihan pengobatan & alat bantu pemrosesan bahasa
Berikut beberapa alat dan teknik yang bisa membantu meningkatkan kemampuan pemrosesan bahasa.
Hubungi American Speech-Language-Hearing Association (ASHA)
ASHA memiliki lebih dari 200.000 anggota dan menjadi sumber utama informasi seputar kondisi bahasa di AS. ASHA juga merupakan organisasi advokasi yang menghubungkan Anda dengan berbagai profesional.
Anda dapat menemukan info tentang teknologi bantu dan terapi bicara di ASHA. ASHA juga membantu mencari terapis bahasa atau audiologis untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan bahasa orang yang Anda sayangi.
Kunjungi situs ASHA untuk info rinci, sertifikasi, serta penelitian terbaru berbasis bukti soal LPD.
Ubah metode mengajar Anda
Guru dapat membantu murid dengan LPD lewat beberapa cara. Berbicara pelan dan jelas akan sangat membantu, begitu juga mengurangi pertanyaan terbuka. Jenis pertanyaan ini menuntut pencarian kata yang rumit, dan sulit bagi penyandang LPD.
Teknik lain misalnya menggunakan alat bantu visual di kelas. Penilaian visual membantu guru dan pengasuh memantau perkembangan serta memahami tantangan murid dengan lebih jelas.
Jika Anda orang tua anak dengan LPD, beri tahu pihak sekolah tentang kondisinya. Anda bisa bekerja sama untuk menyusun rencana pelajaran yang efektif.
Sewa guru les privat
LPD dapat berdampak besar pada kesehatan mental anak. Sebagian anak merasa kurang mampu dibanding teman-temannya karena kesulitan berbahasa. Guru les dapat membantu anak mengatasi perasaan tersebut.
Terapi patologi wicara bisa menjadi pilihan yang baik untuk anak kecil. Terapis wicara (SLP) memahami tantangan spesifik anak Anda dan dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasanya.
Seiring bertambahnya usia anak, carilah tutor dengan spesialisasi yang sesuai kondisinya. Selain itu, dampingi anak saat mengerjakan PR untuk menunjukkan dukungan di rumah.
Teknologi Text to Speech (TTS)
Pembaca TTS adalah perangkat lunak yang mengubah teks menjadi audio. Teknologi ini ideal untuk membantu siswa yang kesulitan memahami bacaan.
Speechify adalah aplikasi TTS terdepan.
Speechify memungkinkan pengguna menyalin teks digital ke aplikasi. Aplikasi ini membacakan teks dengan suara dan menyediakan beragam pilihan suara. Tersedia untuk Android, iOS, macOS, dan sebagai ekstensi Google Chrome.
Coba gratis hari ini untuk merasakan langsung manfaat fiturnya.
FAQ
Bagaimana cara mengobati gangguan pemrosesan bahasa?
Penanganan berbeda-beda tergantung tipe LPD. Ada teknik yang melatih kesadaran fonem, sementara yang lain mengandalkan pembelajaran visual.
Bagaimana cara mengajar orang dengan gangguan pemrosesan bahasa?
Berbicara pelan, memakai alat bantu visual, dan menghindari pertanyaan terbuka adalah beberapa teknik yang bisa digunakan guru.
Bisakah gangguan pemrosesan bahasa diatasi?
Sebagian LPD berlangsung seumur hidup, namun dengan teknik yang tepat, orang tetap dapat mengelola dan mengatasinya.
Apa konsekuensi dari gangguan pemrosesan bahasa?
Dampak LPD beragam, namun umumnya berupa kesulitan berkomunikasi atau memahami instruksi.
Apa saja alat yang membantu gangguan pemrosesan bahasa?
Selain bantuan profesional, pembaca TTS seperti Speechify dapat membantu penyandang LPD.

