Membaca setelah cedera otak traumatis
Efek samping yang mungkin timbul akibat cedera otak traumatis, atau TBI, adalah sulit membaca setelah cedera terjadi. Tingkat kesulitannya tergantung jenis dan tingkat keparahan cedera yang dialami pasien, begitu juga pengobatannya—karena itu, penilaian dari profesional sangat penting.
Beberapa gangguan pemahaman membaca dan gangguan komunikasi akibat trauma kepala antara lain, namun tidak terbatas pada, disleksia, aleksia, afasia, dan sindrom penglihatan pasca-trauma (PTVS). Walaupun belum ada obat untuk beberapa masalah ini seperti disleksia, kebanyakan kondisi ini bisa diatasi dengan bantuan alat baca seperti teks ke suara.
Apa itu TBI
Otak adalah organ yang kompleks. Bahkan, otak adalah salah satu hal paling kompleks di alam, dan bertanggung jawab atas hampir semua fungsi terpenting kita. Indra, motorik, pikiran, emosi, memori, proses neuro dan kognitif—semua dikendalikan oleh otak.
Karena otak sangat penting dalam berbagai fungsi vital, tidak mengherankan kalau kerusakan apa pun dapat menjadi masalah kesehatan yang serius. Jenis cedera otak beragam, namun di sini kita akan fokus pada satu saja: cedera otak traumatis atau intrakranial.
TBI adalah subkategori dari cedera otak yang didapat, yaitu semua kerusakan otak yang muncul setelah seseorang lahir. Artinya, TBI bukan dari kelainan genetik, sehingga tidak dapat disamakan dengan, misalnya, sindrom alkohol janin.
Singkatnya, TBI disebabkan oleh benturan pada kepala dari luar. Cedera ini bisa ringan hingga fatal. Efek samping TBI dapat meliputi pusing, kehilangan keseimbangan, gangguan motorik, gangguan bicara, gangguan penglihatan akibat kehilangan bidang penglihatan atau penglihatan ganda, mual, masalah komunikasi, kesulitan memecahkan masalah, dan tentu saja kesulitan membaca.
Alat bantu untuk penderita TBI
TBI adalah salah satu penyebab disabilitas paling umum di dunia. Karena itu, penting untuk mempelajari lebih jauh tentang TBI dan cara membantu penderitanya. Meskipun diagnosis profesional wajib untuk penanganan efek TBI secara medis, ada banyak cara non-klinis untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu alat yang sangat membantu adalah teks ke suara (TTS).
Pembaca TTS
Membaca sangat baik untuk melatih otak dan juga menenangkan. Namun, gangguan penglihatan dan kognitif akibat TBI dapat sangat mengganggu kemampuan membaca seseorang. Untungnya, seperti ada alat bantu jalan bagi yang belum bisa berjalan sendiri, ada banyak alat baca yang membantu penderita TBI mendapatkan kembali kemampuan memahami teks, walau dengan cara berbeda dari sebelumnya.
Di sinilah alat teks ke suara, atau pembaca TTS, sangat berguna. Dengan mengubah teks di halaman atau komputer menjadi suara alami, penderita TBI yang kesulitan membaca dapat mendengarkan teks. Bahkan, tidak perlu menggerakkan mata lagi dengan bantuan pembaca TTS. Cukup nyalakan, tutup mata, dan dengarkan dengan nyaman.
Speechify
Ada banyak pilihan alat TTS dan alat bantu baca, namun sayangnya tidak semuanya berkualitas sama. Cedera kepala tidak bisa dianggap sepele, jadi sebaiknya gunakan alat bantu terbaik, itulah mengapa kami sarankan Speechify.
Speechify adalah aplikasi teks ke suara canggih yang dirancang sebagai alat aksesibilitas untuk berbagai kondisi, mulai dari gangguan pemahaman membaca seperti disleksia hingga gangguan kognitif akibat TBI. Namun, Speechify juga bisa digunakan siapa saja yang lebih suka mendengar konten daripada membaca atau yang ingin mendengarkan sambil melakukan aktivitas lain.
Salah satu keunggulan Speechify adalah dukungan untuk banyak bahasa dan aksen, dan suara AI-nya sangat natural dan bisa diatur. Anda juga bisa memperlambat bacaan jika kecepatan memahami bahasa Anda menurun karena TBI.
Selain itu, Speechify dapat membaca semua jenis teks dan format, bahkan bisa mengubah gambar menjadi suara berkat fitur pengenalan karakter optik (OCR) bawaan. Jadi, meski teks belum digital, Anda bisa memindai atau memfoto halaman fisik dan mengubahnya menjadi suara. Baik Anda perlu mendengar satu bab, satu baris, atau satu kata, Speechify bisa membantu.
Terakhir, Speechify tersedia di berbagai platform. Android, iOS, ponsel, tablet, laptop, atau desktop—Speechify kompatibel dengan hampir semua perangkat, dan bisa disinkronkan antarin platform agar progres baca dan pengaturan tetap tersimpan.
Cara hidup produktif dengan cedera otak
Pemulihan TBI memang penuh tantangan. Yang terpenting adalah memberi waktu pada diri sendiri untuk pulih secara perlahan, percaya pada profesional kesehatan, dan tidak memaksakan prosesnya. Beberapa strategi efektif untuk hidup produktif setelah TBI antara lain:
- Bersabar dan membagi pekerjaan jadi bagian kecil yang bisa ditangani tanpa memperparah gejala
- Tahu prioritas dan fokus tanpa membebani diri dengan tugas tidak penting
- Belajar mengatasi masalah seperti kesulitan membaca dan tidak menyerah
- Belajar mengandalkan bantuan orang lain seperti keluarga saat dibutuhkan
FAQ
Apa saja gejala TBI?
Gejala TBI berbeda-beda, tetapi gejala yang paling umum meliputi:
- Pingsan dan kehilangan kesadaran (bahkan hingga beberapa jam)
- Sakit kepala
- Pusing, mual, muntah, dan merasa tidak enak badan
- Kehilangan fungsi motorik dan kontrol anggota tubuh (misal: kejang)
- Masalah pada mata (misal: pupil melebar)
- Cairan keluar dari telinga dan hidung
Berapa lama otak pulih setelah TBI?
Seperti gejala, proses pemulihan berbeda-beda. Umumnya, pemulihan berlangsung antara 7 hingga 90 hari. Usia sangat berpengaruh—di atas 40 tahun, pemulihan bisa lebih lama. Proses juga bergantung pada pendamping medis. Misalnya, jika mengalami gangguan bicara, terapi bicara dari ahli bisa mempercepat pemulihan dibandingkan tanpa bantuan spesialis.
Bagaimana cara meningkatkan kemampuan membaca setelah TBI?
Jika Anda mengalami TBI, mungkin perlu belajar membaca ulang. Berikut tips agar lebih mudah:
- Coba membaca di tempat sunyi tanpa gangguan
- Tetap fokus dan hindari multitasking
- Baca per bagian dan tetapkan target kecil
- Tingkatkan panjang bacaan sedikit demi sedikit
- Jangan berlebihan—jika butuh istirahat, lakukan
- Cari bantuan medis jika diperlukan
- Ikuti saran dokter—banyak istirahat, tetap terhidrasi, jangan lewatkan obat
- Baca bersama TTS seperti Speechify

