Kalau kamu suka Game of Thrones, Twilight, dan fantasi remaja lainnya, Red Queen wajib masuk daftar bacaanmu. Semua berawal dari novel Red Queen, salah satu karya paling sukses di genre ini.
Mari kita kupas lebih dalam buku dan seri Red Queen ini.
Ulasan novel Red Queen
Red Queen, diterbitkan oleh HarperTeen, mengikuti kisah Mare Barrow, gadis 17 tahun dari keluarga Red Blood biasa. Ia punya empat saudara, tiga di antaranya dikirim berperang dalam konflik antara Kerajaan Norta dan Lakeland. Perang ini dipicu oleh kelas penguasa – kaum Silver.
Mare tahu ia akan menyusul saudara-saudaranya saat berusia 18 tahun, karena tidak punya keahlian yang dianggap berguna oleh kaum Silver. Sebaliknya, Gisa adiknya adalah penjahit berbakat yang bisa membantu menghidupi keluarga.
Karena Mare tidak punya talenta khusus, ia memilih cara lain untuk menopang keluarganya. Ia mulai mencuri dari para Silver yang hidup mewah. Kaum Silver punya banyak kekuatan luar biasa, seperti darah berwarna perak dan kemampuan mengendalikan hewan, tumbuhan, serta logam.
Masalah muncul saat Kilorn, sahabat Mare, terancam wajib militer karena kehilangan pekerjaan. Mare tidak akan membiarkan itu terjadi.
Dalam usahanya mencegah Kilorn dikirim perang, Mare bertemu seorang asing. Pertemuan ini membuatnya meninggalkan desa dan masuk ke dunia keluarga kerajaan Silver.
Setibanya di istana megah, Mare mendapati dirinya punya kekuatan unik yang sebelumnya tak pernah dimiliki Red Blood mana pun. Kekuatan ini bisa membantunya memicu sebuah revolusi.
Takut akan potensi Mare, para Silver menyembunyikan jati dirinya dari publik. Mereka mengklaim Mare adalah putri yang lama hilang dan mengumumkan pertunangannya dengan pangeran.
Mare tidak peduli dengan gelar yang ia terima. Justru, ia semakin bertekad menggulingkan para penguasa. Kini menjadi ‘putri Silver’, ia membantu Scarlet Guard, kelompok perlawanan yang juga menentang rezim Silver.
Hal ini memicu rentetan kebohongan dan pengkhianatan. Mare memimpin para pemberontak melawan kaum Silver, menyiapkan banyak aksi dan kejutan seru.
Ada banyak keunggulan novel distopia ini. Salah satunya, penulis sangat piawai mengenalkan karakter. Meski tokohnya banyak, Victoria Aveyard berhasil menampilkan Evangeline, Cal, dan lainnya dengan padu tanpa membuat cerita melebar.
Plot twist-nya juga luar biasa. Kadang kamu mendukung satu karakter, tapi kemudian dibuat kecewa oleh keputusannya. Ada juga karakter yang sudah terasa mencurigakan sejak awal, menciptakan kombinasi tokoh yang menarik.
Latar dan world building juga jadi nilai plus. Tema perbedaan kelas memang umum, tapi buku ini menyajikan distopia dengan cara yang menarik. Satu kelompok berjuang sekadar bertahan hidup, sementara yang lain memegang kuasa dan bergelimang harta.
Dalam hal ini, novel ini mirip dengan The Hunger Games dan The Selection.
Deskripsi karakter dan dunia yang memikat juga terasa istimewa. Penulis tidak memberi detail berlebihan, tapi cukup untuk memicu imajinasi pembaca.
Satu-satunya bagian yang mungkin terasa kurang memuaskan adalah akhir cerita. Bukan karena jelek, tetapi karena menggantung dan membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan kisahnya. Untungnya, seri ini sudah tamat dan kamu bisa langsung lanjut ke buku berikutnya.
Sekilas seri Red Queen
Ada dua cara menikmati seri novel Red Queen. Pertama, membaca sesuai tanggal rilis. Cara ini cocok kalau kamu ingin menjelajahi dunia Red Queen tanpa spoiler cerita berikutnya.
Jika ingin membaca fantasi ini dengan urutan rilisan, berikut urutan yang direkomendasikan:
- Red Queen
- Queen Song
- Steel Scars
- Glass Sword
- King’s Cage
- War Storm
- World Behind
- Iron Heart
- Fire Light
- Fare Well
Seluruh lima novel pendek (Queen Song, Steel Scars, World Behind, Iron Heart, dan Fire Light) tersedia dalam koleksi Broken Throne.
Cara lainnya, kamu bisa membaca berdasarkan kronologi kejadian dalam cerita. Namun, beberapa novel pendek berlangsung di tengah-tengah novel utama, jadi bisa ada spoiler jika memilih cara ini.
Jika tetap ingin mengikuti urutan ini, berikut susunan yang tepat:
- Queen Song
- Steel Scars
- Red Queen
- Glass Sword
- World Behind
- King’s Cage
- War Storm
- Fare Well (Bonus Scene)
- Iron Heart
- Fire Light
Tentang penulis
Victoria Aveyard adalah salah satu penulis muda paling berbakat di dunia. Penulis sekaligus penulis naskah film ini tumbuh di Massachusetts, sebelum menempuh Bachelor of Fine Arts untuk penulisan film dan TV.
Victoria lulus dari University of South Carolina dengan prestasi, yang membuka jalan suksesnya di dunia penulisan. Buku pertamanya dan karya paling terkenalnya adalah Red Queen, yang menjadi best seller USA Today dan New York Times.
Judul lain dari Victoria Aveyard yang tak kalah populer adalah Realm Breaker, terdiri dari dua buku: Realm Breaker dan Blade Breaker, dengan buku baru segera terbit.
Victoria menulis dalam bahasa Inggris, tapi bukunya sudah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa.
Dengarkan novel fantasi memikat lewat Speechify Audiobooks
Red Queen adalah salah satu novel paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Ceritanya seru, karakternya kuat. Kamu bisa beli buku ini di Amazon atau situs lain jika belum masuk wishlist-mu.
Kalau ingin mencoba cara lain menikmati cerita, Speechify Audiobooks adalah pilihan tepat. Platform ini punya lebih dari 100.000 judul dari berbagai genre.
Kamu akan menemukan banyak novel fantasi keren di Speechify Audiobooks, termasuk Angels and Demons, Lord of the Rings, dan Chronicles of Narnia series. Jika tertarik genre lain, cek juga A Christmas Carol dan Hid from Our Eyes.
Coba Speechify Audiobooks di smartphone atau PC-mu hari ini.
FAQ
Apakah Red Queen cocok untuk usia 14 tahun?
Ya. Red Queen adalah buku untuk pembaca muda yang juga cocok untuk remaja.
Apakah ada romansa di Red Queen?
Meski bukan inti cerita, ada unsur romansa di Red Queen. Ada beberapa hubungan menarik, seperti Mare & Cal juga Mare & Maven.
Apakah Red Queen layak dibaca?
Ya. Red Queen wajib dibaca penggemar fantasi.
Siapa antagonis di Red Queen?
Ratu Elara adalah tokoh antagonis di novel Red Queen.

