Kemampuan kita untuk mendekode dan membaca kata tertulis saja tidak cukup untuk dianggap melek huruf. Untuk menjadi pembaca terampil, seseorang harus tahu kata-kata, dan yang lebih penting lagi—maknanya. Untuk mencapainya, seseorang harus memadukan kosakata, struktur bahasa, dan penalaran verbal. Model Scarborough Rope, salah satu strategi pengajaran paling populer menurut para pendidik untuk membangun pembaca andal, membuat hal ini menjadi mungkin. Jadi, mari kita kenali idenya dalam beberapa paragraf berikut.
Memahami model tali Scarborough oleh Hollis Scarborough untuk membaca & pemahaman bahasa
Sejak tali baca Dr. Hollis Scarborough dipublikasikan di Handbook of Early Literacy Research oleh Guilford Press, semakin banyak anak yang mengembangkan kemampuan membaca dengan lebih mudah. Selain itu, model ini menjadi standar bukan hanya karena membantu pembelajar muda. Model ini juga sangat membantu guru dan pendidik.
Intinya, Scarborough Rope terdiri dari dua bagian; bagian bawah yaitu pengenalan kata, dan bagian atas yaitu pemahaman bahasa. Kedua bagian ini terdiri dari beberapa subbagian lain yang saling terkait untuk membentuk pembaca yang terampil. Jika ada yang diabaikan, semuanya bisa runtuh.
Mengapa Scarborough’s Reading Rope itu penting
Untuk memahami mengapa program baca Scarborough penting, kita perlu membahas sains membaca. Fokus utamanya adalah pemahaman bahasa, instruksi fonik, fonem, kesadaran fonemik, teknik mengajar membaca, dan kemampuan pengenalan kata lainnya.
Tujuan utama dari sains membaca adalah memberi kita gambaran bagaimana manusia mengembangkan dan menggunakan keterampilan membaca dan menulis. Bidang ini juga berfokus pada disabilitas seperti disleksia dan kesulitan mendekode lainnya.
Model Membaca Scarborough adalah program untuk membantu anak dengan kesulitan membaca dan merupakan metode yang efektif untuk mengatasinya. Mulai dari memberikan instruksi membaca hingga meningkatkan kefasihan, program ini sangat membantu pembelajar bahasa Inggris muda.
Dua bagian utama membaca terampil pada Scarborough's Rope
Seperti disebutkan tadi, program Scarborough terdiri dari dua bagian utama. Pertama, kita bahas pemahaman bahasa. Bagian ini punya lima aspek penting untuk perkembangan keterampilan bahasa yang baik sejak dini. Setelah itu, kita fokus ke pengenalan kata. Yuk, kita lihat satu per satu!
Pemahaman bahasa
Pengetahuan latar belakang adalah bagian pertama dari pemahaman bahasa, yang menganjurkan agar pendidik menggunakan membaca sebagai salah satu komponen dalam pelajaran yang lebih besar, apa pun materinya. Dengan begitu, anak akan memiliki pemahaman mendalam sekaligus meningkatkan literasi.
Selanjutnya, kosakata. Anak dengan kosakata luas bisa membaca lebih banyak buku dan menikmatinya. Semakin baik kemampuan membaca, makin besar peluang untuk kembali mengambil buku. Sebaliknya, akan terasa berat bila harus terus-terusan berhenti mencari arti kata lalu melanjutkan membaca.
Bagian ketiga adalah struktur bahasa; menekankan urutan kata (sintaksis) dan makna (semantik). Dalam bahasa Inggris, urutan kata dan maknanya bisa mengubah arti kalimat. Karena itu, anak perlu mempelajarinya sejak dini agar bisa memahami dan menggunakannya dengan baik.
Berikutnya penalaran verbal. Ini mengajarkan bahwa kata bisa digunakan secara literal maupun kiasan, lewat metafora, analogi, idiom, dan sebagainya. Sebagian besar ini berkembang seiring bertambahnya usia anak, tetapi pembelajaran di sekolah tetap memegang peran penting.
Terakhir, pengetahuan literasi. Bagian ini tentang memperkenalkan anak pada berbagai genre dan gaya sastra. Kurikulum idealnya memuat semuanya, mulai dari fiksi sampai puisi. Semua ini dapat meningkatkan literasi sekaligus memberi pengalaman membaca yang menyenangkan.
Pengenalan kata
Bagian pengenalan kata terdiri atas tiga subbagian. Pertama adalah kesadaran fonologis, yaitu pemahaman bahwa kata dibentuk dari bunyi-bunyi yang berbeda. Contoh terbaiknya saat anak belajar berbicara sebelum membaca. Mereka mengenali bunyi lalu menyusunnya menjadi kata.
Dekoding adalah bagian kedua. Bagian ini membahas huruf mati, gabungan huruf, dan fonik. Anak yang pandai mendekode bisa membunyikan setiap kata, meski belum tahu artinya di halaman.
Ketiga, sight words. Karena sering digunakan, lebih mudah mengajarkan anak untuk langsung mengenali kata. Itu inti dari sight recognition. Strategi ini kini digunakan di hampir semua kelas awal SD dan menjadi metode yang populer.
Metode lain agar guru bisa mengajar membaca
Meski terlihat sederhana, ada metode lain yang juga efektif untuk mengajarkan membaca. Ada yang tradisional, ada yang lebih modern, semuanya punya kelebihan masing-masing.
Audiobook
Audiobook adalah cara yang bagus untuk membantu anak mulai suka membaca dan belajar sejak dini. Dengan mendengarkan teks sambil mengikuti buku fisik, anak lebih cepat memahami proses membaca. Proses ini juga menyenangkan sehingga anak tetap bersemangat belajar.
Gunakan teknologi bantu untuk membantu anak dengan gangguan belajar meningkatkan pengenalan kata
Opsi lain, gunakan teknologi pendukung seperti aplikasi text-to-speech. Misalnya, Speechify—aplikasi TTS nomor satu di dunia—bisa membacakan teks apa pun untuk siswa dengan suara yang alami, sehingga mereka belajar pengucapan dan intonasi yang benar. Ini juga membantu pemahaman membaca dan perkembangan profesional mereka.
Pena membaca
Sama seperti dua metode sebelumnya, pena membaca juga dapat meningkatkan kemampuan membaca anak sejak dini. Ini adalah alat pemindai yang digerakkan di atas teks, dan alat ini akan membacakan isi halaman. Walau belum seefektif program Scarborough dalam mengajarkan semantik dan fonik, alat ini diakui oleh International Dyslexia Association layaknya aplikasi TTS.
FAQ
Bagaimana hubungan Simple View of Reading dan Scarborough's Rope?
Sama seperti Simple View of Reading, Scarborough Rope menekankan pentingnya pemahaman bahasa dan pengenalan kata agar seseorang benar-benar melek huruf dan lancar berbahasa.

