Model Tali Scarborough telah menjadi salah satu acuan standar kesadaran fonologis anak selama sekitar dua dekade. Dikembangkan oleh Dr. Hollis Scarborough, tes ini didasarkan pada gagasan bahwa kemampuan anak memecah kata menjadi fonem berhubungan langsung dengan kelancaran membaca mereka.
Apa itu Model Tali Membaca Scarborough
Model Tali Membaca Scarborough adalah kerangka kerja atau metafora yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kemampuan kesadaran fonologis anak dan kemajuan mereka menuju pemahaman bahasa serta pengetahuan literasi yang diharapkan.
Model ini digambarkan seperti tali yang mewakili kemajuan pembelajar, dengan simpul-simpul sebagai tingkatan kemampuan dan kesadaran fonemik yang berbeda. Keterampilan itu mulai dari sekadar mengenali dan meniru rima hingga proses yang lebih kompleks seperti memecah dan memanipulasi bagian kata atau suku kata.
Mengapa Model Tali Membaca Scarborough berguna untuk pengembangan literasi?
Metafora tali Scarborough sangat membantu karena menunjukkan keluwesan keterampilan membaca dan kemajuan berkelanjutan yang dibuat siswa saat mengembangkan kemampuan decoding bahasa, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan membaca.
Model ini juga memperlihatkan bagaimana setiap keterampilan literasi saling berkaitan dengan aspek lain dari bahasa tertulis dan memberikan pemahaman lebih mendalam dibanding sekadar pandangan sederhana tentang kemampuan membaca yang umum kita kenal.
Berkat penggunaan metafora perkembangan bahasa yang saling terhubung dan bertahap, model ini membantu pengajar membaca untuk mengidentifikasi area tempat anak mengalami kendala dan menyesuaikan pendekatan pengajaran yang tepat.
Dua komponen utama pada Model Tali Membaca Scarborough
Dua bagian utama pada model Scarborough adalah Pemahaman Bahasa dan Pengakuan Kata. Keduanya saling berkaitan dalam ilmu membaca, dan masing-masing memiliki subbagian untuk keterampilan membaca lainnya.
- Pemahaman Bahasa: Bagian tali ini adalah kemampuan kita memahami apa yang dikatakan atau ditulis, termasuk makna, detail yang memerlukan penalaran, serta aspek bahasa yang menuntut pemahaman semantik dan latar belakang untuk menghubungkan kata dengan peristiwa yang kita jumpai.
- Pengakuan Kata: Bagian ini adalah kemampuan mengidentifikasi dan memahami kata secara terpisah saat dibaca. Termasuk pengenalan kata pandang, dekoding alfabet, memahami imbuhan, dan sebagainya.
Pemahaman bahasa dan pengakuan kata sama-sama penting dalam bahasa, dan sangat krusial untuk perkembangan literasi awal. Mengajarkan membaca dan menulis perlu menitikberatkan pada hubungan kata tertulis dan lisan agar peserta didik menjadi pembaca andal.
Tips mengajarkan pemahaman bahasa pakai Model Tali Scarborough bagi pendidik
Model Tali pada dasarnya adalah alat. Alat yang bermanfaat, tapi tetap alat. Artinya, efektivitasnya tergantung bagaimana Anda menggunakannya—terutama untuk siswa dengan hambatan membaca.
Di bawah ini ada lima tips agar sesi Anda lebih efektif.
Gunakan teknologi bantu
Memanfaatkan teknologi bantu untuk melengkapi pendekatan Model Tali Membaca adalah salah satu cara terbaik agar peserta didik dari segala usia lebih cepat berkembang.
Teks ke suara misalnya, memungkinkan peserta didik mendengar, mengedit, meniru suara, dan belajar mengucapkan kata dengan benar.
Speechify sangat membantu dalam hal ini karena memang dikembangkan khusus untuk mereka yang kesulitan membaca. Anda dapat menggunakannya untuk membantu siswa disleksia berlatih mendengar dan membaca serta mengajarkan fonik, karena aplikasi bisa mengubah teks apa pun jadi file audio.
Membiarkan mereka menggunakan aplikasi juga mendorong membaca mandiri, mempercepat pemahaman bahasa, serta meningkatkan keterampilan pengakuan kata.
Beri lebih banyak kesempatan agar siswa melatih semua aspek model Scarborough
Latihan adalah kunci. Semakin sering dilakukan, semakin mahir. Begitu juga dengan bahasa. Anda perlu memberikan siswa banyak kesempatan untuk berlatih. Idealnya, mereka juga berlatih mandiri. Jadi, berikan materi PR yang tepat dan dorong aktivitas kelompok agar mereka lebih terlibat dengan bahasa.
Ajarkan siswa untuk refleksi tentang kemajuan mereka
Latihan mandiri perlu diimbangi dengan berpikir dan bernalar mandiri. Perkenalkan strategi refleksi dan penilaian diri bertahap agar siswa dapat menilai bacaan secara objektif dan menyeluruh. Ajarkan mereka mengajukan pertanyaan tentang bacaan, membuat ringkasan, hingga menganalisis aspek bahasa Inggris seperti sintaksis. Tambahkan juga penjelasan tentang penalaran verbal bahwa membaca butuh lebih dari sekadar mengenali kata dan membaca dalam hati.
Perkenalkan membaca bukan sekadar tugas akademis
Membaca tidak harus membosankan atau sebatas kegiatan di kelas. Ada banyak dunia sastra yang bisa diakses. Dorong siswa melihat membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan. Ini membantu mengasah kemampuan dasar maupun lanjutan dalam model Tali. Jadikan aktivitas membaca yang menyenangkan sebagai PR dan bahan diskusi kelas.
Variasikan bahan ajar Anda
Asosiasi Disleksia Internasional menyarankan variasi bahan ajar untuk siswa dengan hambatan belajar. Ini juga berlaku untuk semua siswa—variasi mencegah kebosanan dan meningkatkan semangat. Pastikan bahan bacaan relevan dan gunakan infografis untuk memantau respons siswa terhadap berbagai bacaan.
Catat kemajuan setiap siswa
Memantau dan menilai kemajuan masing-masing peserta didik sangat penting. Menggunakan satu metode terus-menerus tanpa hasil itu tidak efektif, maka selalu pantau tiap kemajuan siswa. Saat perlu, sesuaikan metode dan buat strategi intervensi sesuai struktur bahasa yang diajarkan.

