Melek huruf berarti lebih dari sekadar bisa membaca tulisan di kertas. Agar dianggap pembaca terampil, seseorang harus tahu kata-kata dan maknanya. Untuk mencapainya, mereka perlu menggabungkan kosakata, struktur bahasa, dan penalaran verbal.
Semua ini bisa dicapai lewat model Scarborough Rope, salah satu pendekatan paling populer yang digunakan guru untuk membentuk pembaca yang terampil. Karena itu, kami akan memperkenalkan model ini lebih jauh di bawah.
Apa itu model Scarborough's Rope dan kegunaannya untuk pemahaman bahasa anak
Sudah lebih dari 20 tahun sejak model membaca Dr. Hollis Scarborough dipublikasikan di Handbook of Early Literacy Research. Selama bertahun-tahun, makin banyak guru membaca yang menggunakannya untuk memberi panduan literasi kepada orang tua dan mengajar anak. Kini, model ini jadi acuan dan terbukti efektif.
Scarborough Rope terdiri dari strand bawah (pengenalan kata) dan strand atas (pemahaman bahasa). Kedua strand ini punya bagian tersendiri. Ketika dirangkai, semua elemen itu membentuk tali literasi untuk membaca yang mahir. Namun, tiap komponen berdiri sendiri. Jika terabaikan, bisa memengaruhi seluruh rope.
Memahami berbagai untai dalam rope pemahaman bahasa
Kemampuan mengenali kata saja tidak cukup membuat seseorang jadi pembaca lancar. Peserta didik belum benar-benar membaca jika tidak memahami arti kata. Maka dari itu:
- Pengetahuan latar: Bagian ini artinya memberi konteks saat membaca. Gunakan bacaan sebagai bagian pelajaran yang lebih luas untuk segala usia. Anak mendapat pemahaman lebih mendalam sambil mengembangkan kemampuan literasi mereka.
- Kosakata: Anak dengan kosakata kuat bisa membaca lebih banyak buku dan lebih menikmatinya. Jika harus berhenti setiap beberapa kata untuk mencari arti dan cara penggunaan kata, mereka jadi mudah kehilangan minat membaca.
- Struktur bahasa: Sintaks (urutan kata) dan semantik merupakan struktur bahasa. Dalam bahasa Inggris, ada banyak aturan tentang pola dan urutan kata. Semantik membahas bagaimana kata dan frasa membangun makna, termasuk pengaruh pilihan kata penulis pada makna itu.
- Penalaran verbal: Dalam model Scarborough, penalaran verbal artinya bisa membedakan apakah kata digunakan secara harfiah atau kiasan. Ini meliputi metafora, analogi, idiom, dan bahasa kiasan lainnya. Sebagian terbentuk seiring pertumbuhan, tapi pendidikan di sekolah juga berperan besar.
- Pengetahuan literasi: Anak mengembangkan kemampuan literasi dengan mengenal berbagai genre dan gaya. Karena itu, kurikulum yang baik memuat fiksi, nonfiksi, dan puisi. Umumnya, kemampuan literasi makin terasah seiring beragamnya jenis bacaan yang mereka temui.
Memahami berbagai untai dalam rope pengenalan kata
Pada dasarnya, Scarborough Rope menekankan strand pengenalan kata, yang meliputi:
- Kesadaran fonologis: Bagian ini soal paham bahwa kata tersusun dari bunyi. Contoh: anak belajar bicara sebelum belajar membaca. Mereka mengenali bunyi, menyusunnya, lalu membentuk kata. Kesadaran fonologis adalah kemampuan dasar untuk semua keterampilan lain.
- Mendekode: Mendekode mengingatkan kita pada anak kecil yang mengeja kata. Ini mencakup fonik, gabungan huruf, huruf mati, dan lainnya. Meski belum paham makna kata, anak yang jago mendekode bisa mengeja semua kata yang mereka temui.
- Sight words: Lebih efisien melatih anak mengenali kata-kata tertentu secara langsung, karena kata ini sering muncul. Inilah konsep sight recognition. Hampir semua kelas awal SD memakai metode yang sudah sangat umum ini.
Menjelaskan sains membaca
Sains membaca meliputi pemahaman bahasa, fonik, kesadaran fonemik, pengajaran membaca, dan lain-lain. Tujuan utamanya adalah memberi data dan informasi berbasis riset tentang bagaimana manusia mengembangkan kemampuan membaca dan menulis.
Sains membaca juga meneliti faktor seperti disleksia yang dapat menyulitkan seseorang dalam membaca. Fokus pada masalah membaca berarti mencari cara terbaik untuk mendeteksi dan mendiagnosis masalah yang menghambat identifikasi kata, mendekode, mengikuti instruksi membaca, dan membatasi kelancaran membaca.
Memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembaca andal
Tak hanya strand mengenal kata & pemahaman bahasa dari Scarborough Rope yang membantu literasi. Kini, kita juga bisa memanfaatkan teknologi bantu dan metode lain.
Alat bantu teknologi
Teknologi bantu hadir dalam banyak bentuk. Contoh terbaik di sini adalah teks ke suara. Aplikasi TTS seperti Speechify memakai AI, machine learning, dan OCR untuk mengubah teks jadi suara.
TTS bisa membantu mereka yang kesulitan membaca agar bisa menikmati buku, materi pelajaran, dan catatan—sama seperti yang lain. Yang paling bagus, pemahaman meningkat jika membaca sambil mendengarkan suara AI secara bersamaan.
Pulpen pembaca
Pulpen pembaca atau pulpen pemindai juga termasuk teknologi bantu, mirip aplikasi TTS. Bedanya, pulpen ini bisa digeser di atas teks, lalu membacakannya keras-keras. Beberapa pulpen punya kamus bawaan sehingga cocok untuk memahami arti dan pengucapan kata.
Buku audio
Cara populer lain meningkatkan kemampuan membaca adalah melalui buku audio. Semua komponen membaca bisa dilatih saat mendengarkan audio novel, buku sejarah, atau genre lain. Anda juga bisa mengombinasikannya dengan teks ke suara—Speechify menyediakan ribuan judul populer, juga sebagai layanan buku audio.

