Untuk seri fantasi epik, sekarang ini ada banyak buku yang bisa dipilih. Tapi karya Brandon Sanderson di The Stormlight Archives benar-benar beda kelas. Bukunya tersedia dalam semua format di Amazon, masuk daftar best-seller New York Times, dan ada di hampir semua platform audiobook populer. Namun, berikut hal yang perlu Anda tahu sebelum menyelami kisah kompleks sang penulis. Artikel ini mengandung sedikit spoiler.
Biografi Brandon Sanderson
Lahir di Lincoln, Nebraska, 1975, Brandon Sanderson awalnya bukan pembaca aktif. Saat SMP, ia malah tak suka membaca. Namun setelah membaca Dragonsbane karya Barbara Hambly, kecintaannya pada fantasi epik kembali bangkit. Tahun 1994, Brandon masuk Brigham Young University. Walaupun sudah sempat mencoba menulis, ia awalnya kuliah di jurusan biokimia. Tapi dua tahun menjadi misionaris untuk Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir membuatnya sadar ia rindu menulis. Ia pun beralih ke jurusan Bahasa Inggris dan mulai menulis sambil bekerja sebagai resepsionis malam di hotel. Brandon menyelesaikan tujuh novel saat kuliah. Ia juga menjadi relawan di The Leading Edge, majalah fiksi ilmiah-fantasi kampusnya. Ia belajar soal industri ini lewat kelas David Farland. Pentingnya koneksi dengan fans, editor, agen, dan penulis lain ia pelajari lewat berbagai konvensi. Inilah yang akhirnya membuat editor Moshe Feder dari Tor.com menawarkan kontrak untuk novelnya, Elantris. Brandon lulus pada 2004 dan, meskipun sudah populer, ia masih mengajar penulisan kreatif untuk mahasiswa. Sejak itu, ia menerbitkan banyak judul, dan tak semuanya terkait seri suksesnya, The Stormlight Archive. Berikut beberapa karya terkenalnya:
- Infinity Blade: Awakening adalah novel pendamping untuk game Infinity Blade.
- Ia menyelesaikan seri Wheel of Time setelah Robert Jordan meninggal.
- Alcatraz versus the Evil Librarians adalah novel anak dengan ulasan positif.
- Seri Mistborn.
- Karya Cosmere (Arcanum Unbounded, Warbreaker)
- Seri Skyward.
- The Reckoners.
Namun, seri The Stormlight Archive-lah yang benar-benar melambungkan namanya.
Penjelasan Stormlight Archives (dan kenapa layak dibaca)
The Stormlight Archives berbeda dari seri fantasi lain. Penulis sengaja membangun cerita perlahan untuk menghadirkan klimaks dan penyelesaian yang luar biasa. Seri Brandon dimulai dengan The Way of Kings. Novel setebal 400.000 kata ini bisa berdiri sendiri. Namun Brandon mengupas setiap karakter dan membangun dunia dengan sangat detail. Kebanyakan penulis fantasi bersandar pada periode sejarah manusia dan menambahkan unsur mitologi. Namun Brandon memadukan fiksi ilmiah dan fantasi dengan mulus. Dunia Stormlight berada di Roshar. Brandon menciptakan suasana unik lewat banyak skenario “bagaimana jika”. Roshar punya budaya, makhluk, dan kelas pengguna sihir bernama Surgebinders. Setiap bukunya mengikuti berbagai karakter sehingga cerita dan subplot yang kompleks tetap mudah diikuti. Misalnya, tokoh utama The Way of Kings adalah Kaladin, sementara karakter utama Words of Radiance adalah Shallan. Semuanya masih berada dalam alur utama yang sama, tetapi menjalani banyak bab di buku-buku berbeda. Inilah cara Brandon membuat karakter terasa hidup. Salah satu unsur terbaiknya adalah kedalaman sistem sihirnya. Penyihir di novel Sanderson memakai dua Surge, alias kekuatan magis. Namun ada banyak kekuatan lain yang juga dijelajahi Brandon:
- Sihir lama
- Highstorm
- Everstorm
- Surgebinding
- Voidbinding
- Shardblade
- Shardplate
- Fabrial
- Oathgate
Kombinasi sistem sihir yang rumit dan beragam makhluk serta budaya membuat Sanderson bisa menciptakan pengguna kekuatan dan makhluk unik seperti:
- Syl
- Herald
- Sleepless
- Voidspren
Sampai saat ini, empat dari sepuluh novel yang ia rencanakan sudah terbit.
The Way of Kings
Diterbitkan oleh Tor Books, kisah ini mengikuti Kaladin, Shallan Davar, Szeth-son-son-Valano, serta Dalinar dan Adolin Kholin. Awalnya karakter-karakter ini tampak tak berhubungan, sampai pembunuh dari Shinovar, Szeth, muncul. Misinya membunuh raja Alethkar membuatnya bersinggungan dengan banyak tokoh utama. Buku pertama memperkenalkan planet rekaan dengan beragam budaya, makhluk, dan ras. Ada tema seperti pedang sihir, kekuatan Surge, perjuangan bertahan hidup, hingga intrik dan politik ala abad pertengahan yang seru.
Words of Radiance
Diterbitkan 2014 oleh Tor Books, Words of Radiance adalah buku kedua seri Stormlight Archive. Kaladin menjadi kepala pengawal kerajaan, kehormatan tinggi bagi seorang darkeye. Namun Szeth, si pembunuh, kembali memburu dan menyingkirkan para pemimpin Roshar. Kaladin harus melindungi Dalinar Kholin, orang di balik tahta Alethi. Cerita juga mengikuti perjalanan Shallan yang tak kalah penting. Ia berusaha mencegah kembalinya Voidbringers kuno dan terjadinya Desolation baru.
Oathbringer
Brandon Sanderson menamai buku ketiga dari pedang Dalinar, Oathbringer. Cerita dibuka dengan kemenangan pasukan Alethi atas Parshendi. Namun kemenangan itu mahal harganya karena musuh memanggil Everstorm yang menghancurkan dunia Roshar. Kaladin Stormblessed berjuang menimbang moralitas dari kejahatan baru yang muncul. Shallan Davar mencari rahasia kuno di markas Knights Radiant di Urithiru. Dalinar pun sadar menyatukan Alethkar saja tak cukup untuk menghentikan kiamat.
Rhythm of War
Buku keempat terbit tahun 2020 dengan struktur kompleks: prolog, 117 bab, 12 interlude, dan sebuah epilog. Dalinar dan Knights Radiant bertempur dalam perang brutal. Langkah-langkah Taravangian yang manipulatif bisa menggagalkan Dalinar. Namun para ilmuwan Navani Kholin menemukan teknologi yang menantang prinsip-prinsip para Radiant serta mengungkap rahasia gelap kuno. Sementara itu, Kaladin dan Windrunner menghadapi masalah baru. Lebih banyak Fused menyerang, dan Honorspren makin enggan berikatan dengan manusia. Adolin dan Shallan harus pergi ke benteng Lasting Integrity dan meyakinkan lebih banyak spren untuk melawan dewa jahat Odium.
Novela pendamping
Sanderson juga menulis Dawnshard dan Edgedancer sebagai karya tambahan untuk seri ini. Dawnshard mengikuti Rysn Ftori, Chiri-Chiri, dan kru Wandersail menuju Aimia. Kisahnya berlatar di antara buku ketiga dan keempat. Edgedancer bercerita tentang seorang dewi yang mencegah Lift menua dan kaisar muda Azish yang melindunginya dari Darkness. Novella ini juga mengupas lebih dalam mitos Roshar, para Radiant, dan pentingnya sumpah dalam dunia fantasi ciptaan Sanderson.
Dengarkan audiobook Stormlight Archives di Speechify
Jika Anda ingin novel fantasi yang menantang dan memberi pengalaman baru, buku The Stormlight Archives patut dicoba. Tapi karena tebal, Anda mungkin lebih suka versi audiobook tanpa potongan. Audiobook tersebut ada di Speechify bersama banyak judul fiksi ilmiah fantasi lainnya untuk membawa Anda ke dunia lain. Coba Speechify sekarang dan mulai seri Stormlight Archives karya Sanderson dengan buku pertama gratis.
FAQ
Apakah Stormlight Archive sebagus Mistborn?
Itu soal selera. Worldbuilding Stormlight Archive lebih rumit, meski gaya khas Sanderson juga jelas terasa di trilogi Mistborn.
Apakah Stormlight Archive cocok untuk usia 12 tahun?
Secara umum cocok, karena adegan kekerasan dan perang tidak sekejam di banyak novel serupa lainnya.
Apakah Stormlight Archives punya ending bahagia?
Brandon Sanderson baru menyelesaikan empat dari sepuluh buku. Jadi ending-nya belum diketahui dan terlalu dini untuk berspekulasi.

