Teks ke suara Fandom
Mengikuti serial, film, dan game favorit bisa jadi susah. Untungnya, situs seperti Fandom.com memberi update berita terbaru untuk para fans. Namun, perusahaan seperti Amazon terus merilis remake dan spinoff, jadi mengaitkan info baru dengan cerita asli butuh waktu dan usaha.
Apa itu Fandom?
Fandom.com bangga menjadi salah satu platform penggemar game dan hiburan terbesar di dunia. Di sini, pengguna bisa membangun komunitas dengan sesama penggemar serial, karakter, atau video game favorit. Mau tahu jadwal season baru atau berbagi meme, semua ada di Fandom.
Kenapa Fandom begitu sukses? Salah satu kunci populernya adalah mendorong pengguna untuk ikut berkontribusi. Misalnya, di Fandom kamu bisa memperbarui entri kalau kamu paham banget soal franchise Star Wars. Dengan begitu, kamu bisa berbagi pengetahuan dengan penggemar lain yang punya minat serupa.
Saat ini, Fandom punya lebih dari 40 juta halaman konten, dan 74 di antaranya khusus membahas furnitur di franchise Star Wars saja.
Topik terpopuler di Fandom antara lain:
- Video Game
- Anime
- Film
- Acara TV
- Video
- Wiki
Konten di platform ini tersedia untuk penggemar di lebih dari 200 negara, dengan entri dalam lebih dari 80 bahasa. Kamu mungkin sudah mengenal teks ke suara kalau pernah berkunjung ke situsnya. Teknologi ini juga penting untuk “If the Emperor Had a Text to Speech Device Wiki.”
Apa itu "If the Emperor Had a Text to Speech Device"?
Tahun 2013, Youtuber Bruva Alfabusa merilis episode pertama seri "If the Emperor Had a Text to Speech Device," parodi dari franchise Warhammer 40,000. Serial ini langsung punya banyak penggemar, yang kemudian membuat meme dan wiki di Fandom.
Selain karakter orisinal seperti Little Kitten, serial ini juga menampilkan tokoh terkenal dari Warhammer 40,000, termasuk Emperor of Mankind.
Inti ceritanya, Emperor kehilangan kemampuan berbicara. Kalau suaranya kembali, dia bisa memimpin kerajaannya lagi. Little Kitten, pimpinan Fabulous Custodes, meminta Adeptus Mechanicus memasang alat teks-ke-suara di singgasana.
Akhirnya, Emperor of Mankind pulih dan mulai berencana membersihkan semesta Warhammer 40k dari ancaman terhadap Imperium of Man. Untuk itu, ia harus bekerja sama dan melawan faksi serta spesies lain, seperti Necron, Inquisitors, Space Marines, Tyranids, Primarch, dan Tau.
“If the Emperor Had a Text to Speech Device Wiki” di Fandom menyoroti tambahan budaya meme dan gaya animasinya. Fans juga menyukai suara Magnus the Red, salah satu Primarch yang paling diingat.
Bruva Alfabusa juga memanfaatkan plot franchise yang berlebihan, membuat faksi seperti Space Marines dan Inquisitors jadi tidak bisa diandalkan. Sebagai penjaga Imperium of Man, karakter mereka jadi penggerak utama cerita spinoff buatan fans ini.
Namun, tidak semua suka dengan serialnya. Beberapa pengguna mengeluhkan sulitnya mengikuti alur cerita yang berlapis-lapis. Mereka juga kurang sreg dengan pengisi suara Inquisitors dan Space Marines.
Platform Fandom bisa membantu mengurangi kebingungan, tapi tidak semua orang punya waktu buat membaca ribuan entri.
Teks ke Suara
Aplikasi TTS atau text to speech memungkinkan pengguna mendengarkan konten. Dengan TTS, kamu bisa mengikuti karakter favorit di mana saja
- Pelajari lebih banyak soal game favoritmu
- Ikuti berita terbaru
Program TTS seperti Speechify punya fitur canggih agar kamu bisa dengar update tentang Amazon dan Hulu original langsung di komputer atau HP. Ketemu wiki berbahasa asing? Pilih paket dengan dukungan bahasa dan ubah entri Spanyol, Prancis, atau Italia jadi bahasa Inggris yang enak didengar.
Speechify
Speechify cocok untuk berbagai anggaran. Versi gratis mudah digunakan dan punya kecepatan baca 230 kata/menit. Cobalah Versi Premium hari ini dan jajal fitur-fiturnya yang lebih canggih. Keduanya bisa dipakai di banyak sistem operasi, dan kamu bisa dengar update soal serial Amazon atau MCU di komputer.
FAQ
Siapa pengisi suara Magnus the Red di TTS?
Zegram, pengisi suara berbakat, adalah sosok di balik suara Magnus the Red.
Apa yang terjadi pada TTS Emperor?
Parodi "If the Emperor Had a Text to Speech Device" sedang hiatus. Episode sebelumnya masih bisa ditonton di YouTube.

