1. Beranda
  2. Disleksia
  3. The Yale Center for Dyslexia & Creativity
Dipublikasikan pada Disleksia

The Yale Center for Dyslexia & Creativity

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Orang dengan disleksia sering kesulitan mengekspresikan kekuatan kreatif dan intelektual mereka karena hanya sedikit orang yang memahaminya.

The Yale Center for Dyslexia and Creativity didirikan untuk menyoroti hal ini dan gangguan belajar lainnya, mempromosikan riset disleksia, serta membahas penanganannya. Mari kita pelajari sejarah dan karya pusat ini.

Siapa pendiri Yale Center for Dyslexia and Creativity?

Yale Center for Dyslexia and Creativity (YCDC) didirikan pada 2006 oleh Dr. Sally Shaywitz dan Dr. Bennett Shaywitz.

Dr. Sally Shaywitz adalah seorang dokter-ilmuwan yang banyak melakukan studi mutakhir tentang disleksia. Penelitian dan temuan pentingnya menjadi kerangka kerja memahami gangguan belajar ini.

Telah menulis lebih dari 350 artikel dan bab tentang gangguan belajar, ia juga penulis Overcoming Dyslexia dan Overcoming Dyslexia Edisi 2. Buku pemenang penghargaan ini menjadi referensi utama tentang disleksia, karakternya, dan terobosan ilmiahnya.

Selain menjadi penulis dan profesor Audrey G. Ratner pertama di Yale University, Dr. Sally Shaywitz adalah salah satu co-founder sekaligus co-director Yale Center for Dyslexia and Creativity.

Pendiri sekaligus co-director YCDC lainnya adalah Dr. Bennett Shaywitz. Ia juga dokter-ilmuwan yang sangat berkontribusi pada studi disleksia.

Sebagai dokter saraf anak dan ahli saraf, risetnya berfokus pada identifikasi dan pemahaman tanda-tanda saraf di balik disleksia.

Penelitian mutakhirnya jadi yang pertama menunjukkan dasar otak bagi kurangnya kefasihan yang dialami orang dengan disleksia. Studi terbaru Dr. Bennett Shaywitz menganalisis perbedaan konektivitas otak antara pembaca tipikal dan anak disleksia.

Tujuan dan misi Yale Center for Dyslexia & Creativity

Misi pusat ini adalah meningkatkan kesadaran akan disleksia dan menjelaskan sifatnya. Selain itu, pusat ini bertujuan menghapus stereotip terkait disleksia dengan membagikan studi kredibel dan sumber praktis. Terakhir, organisasi ini berdedikasi mengembangkan penanganan disleksia.

Riset dan sains disleksia

Seperti disebutkan, salah satu tujuan YCDC adalah meneliti disleksia dan menjelaskannya lewat sains. Ratusan studi mutakhir terkait disleksia telah diterbitkan demi pemahaman yang lebih baik.

Ilmuwan sering membandingkan individu dengan dan tanpa disleksia serta menganalisis sistem saraf yang berperan dalam membaca. Selain mempelajari sains disleksia, peneliti membahas efek berbagai jenis penanganan.

Bertahun-tahun riset membuahkan terbitnya Overcoming Dyslexia. Buku ini memberi wawasan detail tentang cara mengidentifikasi, memahami, dan mengatasi gangguan belajar ini.

Buku ini juga berisi info riset terbaru dan alat bantu untuk penyandang disleksia, orang tua, serta pendidik. New York Post menyebut buku ini "lebih relevan daripada sebelumnya."

Salah satu studi penting yang mengidentifikasi prevalensi disleksia serta dampaknya pada anak laki-laki dan perempuan adalah Connecticut Longitudinal Study. Studi ini telah mengikuti 445 peserta sejak usia lima tahun.

Advokasi nasional

YCDC adalah advokat bagi anak laki-laki dan perempuan disleksia, siswa SMP, dan orang dewasa. Selama bertahun-tahun, pusat ini terlibat dalam banyak program dan inisiatif nasional yang membahas dan mendukung penyandang disleksia serta orang tua dan pendidik.

YCDC selalu mendorong perubahan positif dalam pemahaman dan penerimaan disleksia. Kebijakan Federal tentang Disleksia yang baru, yang didasarkan pada riset pusat ini, mereka sambut baik.

Para pendiri pusat ini telah mengunjungi banyak tempat di seluruh negeri untuk mengedukasi orang tentang gangguan belajar ini dan memberi dukungan kepada mereka yang terdampak.

Cara meningkatkan kesadaran tentang Disleksia

Ada banyak cara untuk meningkatkan kesadaran soal disleksia:

  • Gunakan media sosial untuk mengampanyekan disleksia.
  • Ikut serta dalam Bulan Kesadaran Disleksia (setiap Oktober).
  • Bicara terbuka soal disleksia untuk menghilangkan mitos yang ada.
  • Dukung siswa disleksia, organisasi nonprofit, dan inovator yang berkontribusi di bidang ini.

Jelajahi situs YCDC dengan teknologi asistif

Situs YCDC menyediakan screen reader bawaan untuk memudahkan pengguna disleksia. Screen reader ini efisien dan praktis, tapi kontrolnya kurang dibanding opsi lain. Selain itu, fitur ini hanya untuk situs YCDC.

Jika ingin aksesibilitas dan kendali lebih, penyandang disleksia bisa menggunakan Speechify. Speechify adalah teks ke suara yang bisa mengubah teks jadi suara. Ini sangat bermanfaat bagi penyandang disleksia.

Siapa pun yang lebih suka mendengarkan daripada membaca bisa memakai program ini. Software ini bermanfaat bagi anak, orang tua, mahasiswa, hobiis, dan yang punya masalah membaca. Speechify juga bagus untuk bisnis yang ingin situs mereka lebih ramah akses.

Speechify menawarkan paket gratis dan berlangganan berbayar dan tersedia lewat ekstensi browser atau aplikasi HP.

Selain menyesuaikan kecepatan suara, pengguna bisa memilih suara, bahasa, dan aksen favorit. Berkat teknologi terbaru, suara di Speechify terdengar sangat alami.

Speechify ingin memastikan membaca bukan lagi penghalang belajar. Baik Anda kesulitan membaca atau kenal orang yang mengalaminya, cobalah Speechify dan rasakan kenapa lebih dari 20 juta pengguna mengandalkannya.

FAQ

Apa saja jenis disleksia?

Ada banyak jenis disleksia. Utamanya adalah disleksia fonologis, permukaan, kesulitan penyebutan cepat, dan double deficit.

Apa tiga tanda disleksia?

Tiga tanda disleksia: bingung huruf & sulit mengeja, bicara lambat, dan sulit mengingat huruf.

Kenapa orang advokasi riset disleksia?

Orang melakukan advokasi untuk menghilangkan mitos, membantu penyandang disleksia, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan kesadaran.

Nikmati suara AI tercanggih, file tanpa batas, dan dukungan 24/7

Coba gratis
tts banner for blog

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.