Lensa kontak adalah alternatif kacamata yang populer untuk sekitar 45 juta orang di Amerika Serikat, dua pertiganya adalah perempuan. Lensa kontak praktis untuk yang suka kenyamanannya. Tidak melorot di hidung, tidak berembun saat pindah ruangan, dan tampil tanpa kacamata lebih disukai banyak orang. Namun, lensa kontak bisa melelahkan, apalagi saat Anda membaca.
Sayangnya, lensa kontak kadang bisa membuat mata cepat lelah, khususnya setelah lama membaca atau menatap layar. Membaca adalah bagian penting kehidupan, untuk hiburan, mencari informasi, dan pekerjaan. Hampir mustahil dihindari.
Kabar baiknya, ada teknologi yang bisa mengistirahatkan mata tanpa menghilangkan kepuasan membaca. Namanya teks ke suara, atau TTS. Anda bisa mendengarkan hampir semua bacaan sambil membiarkan mata beristirahat.
Masalah umum dengan lensa kontak
Pengguna lensa kontak sering mengalami beberapa masalah. Sebagian mudah diatasi, tapi ada juga yang cukup serius.
Gatal dan perih
Biasanya muncul setelah memakai lensa sebentar, dan sering menandakan alergi terhadap cairan atau bahan lensa.
Berasa ada pasir
Ada sesuatu yang terjebak di antara lensa dan mata, terasa seperti kemasukan pasir. Biasanya hilang setelah lensa dilepas lalu dibersihkan dengan cairan khusus, atau dengan membilas mata. Kadang juga disebabkan alergi atau mata kering.
Penglihatan buram
Biasanya terjadi karena lensa kotor, rusak, atau dipakai terlalu lama, yang bisa menyebabkan hipoksia kornea dan butuh perhatian dokter.
Mata merah
Debu, kotoran, asap, dan serbuk sari bisa menempel di lensa dan menyebabkan iritasi. Mata jadi merah, gatal, atau perih.
Mata kering
Lensa kontak bisa menyebabkan mata kering karena mengganggu kelembapan alami mata. Jika dibiarkan, bisa jadi kronis. Konsultasikan ke dokter mata untuk solusinya.
Sulit dipasang/dilepas
Ada banyak alasan lensa sulit dipasang atau dilepas. Jika Anda terus kesulitan, sebaiknya konsultasi dengan dokter mata.
Hipoksia kornea
Terjadi jika suplai oksigen ke kornea berkurang. Ini komplikasi paling umum dari pemakaian lensa kontak, biasanya karena dipakai berlebihan. Ini masalah serius dan perlu penanganan medis.
Masalah-masalah ini membuat membaca dengan lensa kontak terasa sulit dan tidak nyaman. Memakai lensa seharusnya nyaman, tapi berjam-jam di depan layar justru memperburuk ketidaknyamanan—atau bahkan memicunya karena frekuensi berkedip berkurang.
Dalam kondisi seperti ini, teknologi teks ke suara sangat membantu dan bisa membuat aktivitas membaca jauh lebih ringan.
Tips membaca dengan lensa kontak
Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar membaca dengan lensa kontak terasa lebih nyaman. Pastikan resep lensa sudah tepat. Resep yang keliru bisa membuat penglihatan buram dan mata mudah tegang.
Saat membaca, beri jeda untuk mengistirahatkan mata secara teratur. Aturan 20-20-20 bisa dicoba. Pastikan juga bahan bacaan setinggi mata. Posisi miring membuat mata lebih cepat lelah.
Jangan lupa sering berkedip. Menatap layar digital bisa membuat Anda jarang berkedip, yang memicu mata kering dan iritasi. Akibatnya, membaca jadi kurang efektif dan tidak lagi menyenangkan.
Teks ke suara adalah solusi ideal untuk mengistirahatkan mata. Pemakai lensa menyukai TTS karena bisa rehat dari membaca. Iritasi dan mata kering berkurang, risiko kelelahan mata pun menurun.
Selain itu, Anda bisa mendengarkan lebih cepat dan menyelesaikan lebih banyak, sehingga produktivitas ikut meningkat. TTS sangat bermanfaat untuk pengguna lensa, atau siapa saja yang ingin lebih menjaga kesehatan mata.
Coba Speechify TTS teknologi sendiri dengan mengunjungi website kami. Cek uji coba gratis dan rasakan sendiri perbedaan yang bisa diberikan teks ke suara.
FAQ
Apakah lensa kontak bisa untuk membaca?
Banyak orang bisa membaca dengan lensa kontak, tapi sebagian tetap perlu kacamata baca. Ini bukan berarti lensa kontak tidak cocok, hanya saja perlu bantuan tambahan agar bisa bekerja maksimal.
Lebih baik membaca pakai kacamata atau kontak?
Keduanya sama-sama baik untuk membaca, tidak ada pilihan "terbaik" yang berlaku untuk semua orang. Pilih yang paling nyaman untuk Anda. Banyak orang tua memakai dua-duanya, kontak dan kacamata baca, untuk penyesuaian jarak dekat/jauh. Anak muda pun kadang melakukan hal yang sama. Tidak ada aturan baku soal pilihan koreksi penglihatan ini.
Masalah apa yang bisa terjadi dengan kontak?
Memakai lensa bisa menyebabkan mata kering, mata tegang, atau cepat lelah. Juga bisa menambah risiko kondisi serius seperti ulkus kornea atau infeksi—terutama bila lensa tidak dibersihkan, dipakai untuk tidur, atau tidak diganti sesuai anjuran. Masalah dengan lensa kontak bisa serius, meski jarang sampai kebutaan.
Apa komplikasi paling umum dari pemakaian lensa kontak?
Ada banyak komplikasi umum akibat pemakaian lensa kontak. Abrasi kornea adalah yang paling sering, berupa goresan di permukaan kornea. Bisa terjadi karena lensa tidak pas, ada benda asing terselip, atau saat proses pasang/lepas. Bisa juga akibat pemakaian berlebihan. Jika tidak ditangani, bisa berkembang menjadi infeksi.
Reaksi alergi juga sering terjadi. Mata menjadi merah dan iritasi, biasanya karena cairan pembersih atau tempat lensa. Giant papillary conjunctivitis menyebabkan gatal, merah, dan tidak tahan memakai lensa. Ulkus kornea juga termasuk komplikasi yang cukup serius.
Komplikasi paling serius dari lensa kontak adalah keratitis mikroba. Risikonya tergantung jenis lensa, seberapa sering dipakai, dan seberapa baik kebersihan lensa dijaga.
{"@context":"https://schema.org","@type":"FAQPage","mainEntity":[{"@type":"Question","name":"Apakah lensa kontak bisa untuk membaca?","acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Banyak orang bisa membaca dengan lensa kontak, tapi sebagian tetap perlu kacamata baca. Ini bukan berarti lensa kontak tidak cocok, hanya saja perlu bantuan tambahan agar bisa bekerja maksimal."}},{"@type":"Question","name":"Lebih baik membaca pakai kacamata atau kontak?","acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Keduanya sama-sama baik untuk membaca, tidak ada pilihan 'terbaik' yang berlaku untuk semua orang. Pilih yang paling nyaman untuk Anda. Banyak orang tua memakai dua-duanya, kontak dan kacamata baca, untuk penyesuaian jarak dekat/jauh. Anak muda pun kadang melakukan hal yang sama. Tidak ada aturan baku soal pilihan koreksi penglihatan ini."}},{"@type":"Question","name":"Masalah apa yang bisa terjadi dengan kontak?","acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Memakai lensa bisa menyebabkan mata kering, mata tegang, atau cepat lelah. Juga bisa menambah risiko kondisi serius seperti ulkus kornea atau infeksi—terutama bila lensa tidak dibersihkan, dipakai untuk tidur, atau tidak diganti sesuai anjuran. Masalah dengan lensa kontak bisa serius, meski jarang sampai kebutaan."}},{"@type":"Question","name":"Apa komplikasi paling umum dari pemakaian lensa kontak?","acceptedAnswer":{"@type":"Answer","text":"Ada banyak komplikasi umum akibat pemakaian lensa kontak. Abrasi kornea adalah yang paling sering, berupa goresan di permukaan kornea. Bisa terjadi karena lensa tidak pas, ada benda asing terselip, atau saat proses pasang/lepas. Bisa juga akibat pemakaian berlebihan. Jika tidak ditangani, bisa berkembang menjadi infeksi."}}]}

