1. Beranda
  2. VoiceOver
  3. Voice over atau voiceover
Dipublikasikan pada VoiceOver

Voice over atau voiceover

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

#1 Generator Voice Over AI.
Buat rekaman suara seperti manusia
secara real time.

apple logoApple Design Award 2025
50J+ pengguna

Kalau kamu gemar membaca, kamu mungkin sering melihat "voice over" dan "voiceover" dipakai bergantian. Tapi, sebenarnya ada bedanya atau tidak?

Di artikel ini, kami akan membahas persamaan dan perbedaan kedua frasa ini sekaligus memberi panduan kapan sebaiknya memakai masing-masing istilah.

Definisi teknis

Mari mulai dengan menjabarkan perbedaan antara "voice over" dan "voiceover".

"Voice over" (dua kata) adalah proses menambahkan suara ke suatu produksi atau proyek. Misalnya, sebuah dokumenter bisa memiliki voiceover yang menjelaskan apa yang terjadi di layar. Jadi setelah konten direkam, sutradara akan meminta aktor suara untuk melakukan "voice over" pada filmnya.

Begitu juga, sebuah game bisa memiliki voiceover dialog karakter selama permainan berlangsung. Di sini, pengembang akan meminta artis voiceover untuk mengisi "voice over" game-nya.

Sementara itu, "voiceover" merujuk pada suara itu sendiri. Misalnya, Blade Runner, film fiksi ilmiah populer tahun 1982, memiliki voiceover karakter Rick Deckard yang diperankan Harrison Ford.

Dalam hal ini, "voiceover" menggambarkan suara itu sendiri, bukan proses penambahan suara ke film. Bisa saja kita berkata, "Voiceover di Blade Runner diisi oleh Rick Deckard."

Perlu dicatat juga, "voiceover" (satu kata) berfungsi sebagai kata keterangan, sementara "voice-over" (pakai tanda hubung) adalah kata benda. Cukup sering "voiceover" dipakai di konteks yang sebenarnya lebih tepat memakai "voice-over". Berikut contoh pemakaian yang benar:

Dia berbicara secara voiceover, memberikan dubbing untuk program TV.

Di sini, "voiceover" dipakai sebagai kata keterangan yang menunjukkan cara orang tersebut berbicara (gaya voiceover).

"Saya perlu merekam voice-over untuk podcast saya." 

Pada contoh ini, "voice-over" adalah kata benda yang menunjukkan hasil penampilan voiceover itu sendiri.

Mana yang lebih sering digunakan?

Menurut tren pencarian online, "voice over" jauh lebih sering dicari daripada "voiceover". Jadi, meski "voiceover" secara teknis benar, kamu akan lebih sering melihat "voice over" dipakai karena orang mencarinya dengan cara itu.

Menariknya, ada data yang mendukung hal tersebut.

Seorang aktor suara profesional yang mencari "voice over jobs" di Google akan mendapatkan hasil lebih banyak daripada "voiceover jobs". Karena itu, perusahaan yang menawarkan pekerjaan voiceover lebih memilih memakai "voice over" di iklan lowongan supaya lebih mudah ditemukan calon klien lewat mesin pencari.

Hal serupa terjadi pada aktor voiceover yang sedang mencari audisi; mereka juga lebih sering memakai "voice over" di media sosial.

Penulisan mana yang sebaiknya dipakai?

Untuk konteks formal, sebaiknya gunakan "voiceover", karena itu bentuk istilah yang paling tepat. Namun untuk web, pertimbangkan "voice over". SEO biasanya lebih menyukai dua kata terpisah dibanding versi gabungan atau yang memakai tanda hubung.

Apakah pilihan istilah benar-benar penting?

Pada akhirnya, istilah mana yang kamu pilih tidak terlalu krusial. Mayoritas audiens akan tetap paham maksudmu. Profesional di industri voiceover pun memakai keduanya dan sama-sama memahaminya.

Voiceover—atau voice over, kalau kamu mau—adalah rekaman suara seseorang yang diputar di atas video, acara TV, sistem IVR, atau media lain. Umumnya dipakai untuk narasi, pengumuman, atau memberi konteks pada tampilan visual.

Artis suara menghadirkan karakter suara yang unik, baik pria maupun wanita, untuk menciptakan voiceover yang menarik dan terdengar profesional.

Perlu diingat, tidak semua voiceover memakai suara manusia asli. Teks ke suara sekarang sudah sangat canggih sehingga suara komputer dan rekaman voiceover bisa terdengar nyaris sama.

Naskah voiceover-nya bisa saja ditulis artis profesional, tetapi rekaman akhirnya bisa dihasilkan oleh perangkat lunak teks ke suara premium seperti Speechify.

Buat voiceover profesional dengan Speechify

Apakah kamu aktor voiceover yang mencari audisi atau butuh voiceover untuk film atau e-learning, kualitas rekaman tidak bisa ditawar. Speechify Voiceover adalah jawabannya.

Perangkat lunak ini menawarkan pengalaman selayaknya studio rekaman untuk membuat voiceover profesional—pas untuk audiobook, podcast, narasi, dan banyak format lain. Ditenagai machine learning, hasil voiceover terdengar natural dan mirip suara manusia.

Salah satu fitur andalan Speechify adalah pilihan beragam suara pria dan wanita. Kamu pun bebas memilih suara yang paling pas untuk proyekmu.

Speechify Voiceover juga sangat mudah dipakai. Tinggal masukkan naskah, pilih suara yang diinginkan, dan biarkan alat ini mengerjakannya. Kecepatan dan nada suara bisa diatur supaya terdengar makin alami.

Dengan Speechify Voiceover, kamu juga bisa menemukan talenta voiceover dengan mudah. Jelajahi berbagai tipe suara, dengarkan contoh, dan temukan yang paling cocok.

Coba Speechify Voiceover hari ini dan buat rekaman voiceover yang luar biasa dan berkesan.

FAQ

Apa itu voiceover?

Voiceover adalah rekaman suara seseorang yang diputar di atas video atau media visual lainnya.

Bagaimana cara menggunakan voiceover dalam kalimat?

Kata "voiceover" bisa digunakan sebagai kata keterangan maupun kata benda.

Bagaimana penulisan voice-over yang benar?

Voice-over dapat ditulis satu kata, dua kata dengan tanda hubung, atau dua kata terpisah.

Apa saja istilah lain untuk "voiceover"?

Alternatif untuk voiceover antara lain narasi, komentar, dan suara di luar layar.

Apa perbedaan voice-over dan voiceover?

"Voiceover" (satu kata) dipakai sebagai kata keterangan, sedangkan "voice-over" (pakai tanda hubung) adalah kata benda.

Untuk apa voice over digunakan?

Voiceover dapat menceritakan kisah, memberi info tambahan, atau menjelaskan konsep yang rumit.

Hasilkan voice over, dubbing, dan cloning dengan 1.000+ suara dalam 100+ bahasa

Coba gratis
studio banner faces

Bagikan artikel ini

Cliff Weitzman

Cliff Weitzman

CEO/Pendiri Speechify

Cliff Weitzman adalah advokat disleksia, sekaligus CEO dan pendiri Speechify, aplikasi text-to-speech nomor 1 di dunia dengan lebih dari 100.000 ulasan bintang 5 dan peringkat pertama di App Store untuk kategori Berita & Majalah. Pada tahun 2017, Weitzman masuk daftar Forbes 30 Under 30 berkat upayanya membuat internet lebih mudah diakses bagi penyandang disabilitas belajar. Cliff juga pernah tampil di EdSurge, Inc., PC Mag, Entrepreneur, Mashable, dan berbagai media terkemuka lainnya.

speechify logo

Tentang Speechify

#1 Pembaca Teks ke Ucapan

Speechify adalah platform teks ke ucapan terkemuka di dunia, dipercaya oleh lebih dari 50 juta pengguna dan didukung oleh lebih dari 500.000 ulasan bintang lima di berbagai aplikasi teks ke ucapan iOS, Android, Ekstensi Chrome, aplikasi web, dan desktop Mac. Pada tahun 2025, Apple memberikan Speechify penghargaan terhormat Apple Design Award di WWDC, menyebutnya sebagai “sumber penting yang membantu orang menjalani hidup mereka.” Speechify menawarkan 1.000+ suara alami dalam 60+ bahasa dan digunakan di hampir 200 negara. Suara selebriti termasuk Snoop Dogg dan Gwyneth Paltrow. Untuk kreator dan bisnis, Speechify Studio menyediakan alat canggih, termasuk AI Voice Generator, AI Voice Cloning, AI Dubbing, dan AI Voice Changer. Speechify juga menyokong produk-produk terkemuka dengan API teks ke ucapan berkualitas tinggi dan hemat biaya. Telah diliput di The Wall Street Journal, CNBC, Forbes, TechCrunch, dan banyak media besar lainnya, Speechify adalah penyedia teks ke ucapan terbesar di dunia. Kunjungi speechify.com/news, speechify.com/blog, dan speechify.com/press untuk informasi lebih lanjut.