Dengan munculnya YouTube, media sosial, dan berbagai cara berbagi konten video lain, industri voice over mengalami pertumbuhan pesat. Dulu hanya untuk TV dan film, kini pengisi suara bisa bekerja di bidang seperti narasi audiobook hingga video e-learning.
Keberhasilan industri ini tampaknya akan berlanjut karena kecerdasan buatan melahirkan banyak aplikasi baru yang membuat voice over makin mudah. Di artikel ini, kami bahas dinamika pasar voice over dan peluang masa depan yang bisa kamu manfaatkan.
Voice over - Industri senilai US$4,4 miliar
Dalam studi independennya, Laporan Pasar Voice-Over Global, Voices.com menggambarkan kondisi pasar yang berguna untuk pekerjaan voice over.
Berdasarkan riset pasar, nilai industri global ini dari Amerika Utara hingga China mencapai USD$4,4 miliar.
Lebih lanjut, laporan menyebutkan Kanada dan AS sebagai penyumbang terbesar aktivitas voice over, dan 58% pekerjaan voice over terkait industri hiburan. Termasuk film, TV, podcast, dan video hiburan online.
Video online jelas punya peran besar terhadap pertumbuhan industri ini. Laporan Voices.com menemukan bahwa voice over pada video animasi berdurasi di bawah 20 menit menyumbang lebih dari 50% semua pekerjaan voice acting.
Selanjutnya, statistik dari Digital Agency Network menunjukkan perkembangan industri voice over yang sangat menjanjikan:
- Video animasi mencakup sekitar 33% iklan video global. Ini sejalan dengan data Voices.com soal video animasi kurang dari 20 menit yang menyumbang lebih dari 50% industri voice over.
- Pada periode 2022-2027, audiobook diperkirakan mencapai nilai pasar $19,4 miliar. Pekerjaan suara sangat penting untuk narasi audiobook, jadi industri voice over akan ikut tumbuh seiring berkembangnya sektor audiobook.
- Video penjelas, yang digunakan di e-learning dan bisnis, bisa meningkatkan pendapatan perusahaan hingga 80%. Ini berarti permintaan voice over akan terus meningkat.
Gabungkan data ini dengan meningkatnya konsumsi video online dan podcast di era pasca-pandemi. Jelas, voice over akan menikmati pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan.
Pemain utama industri voice over
Seperti di semua industri, segmentasi pasar ikut berperan. Banyak penyedia dari Nigeria, Spanyol, Rusia, dan Afrika Selatan memiliki pasar voice over yang berkembang. Namun berikut tiga perusahaan besar yang mendominasi lanskap kompetitif voice over.
- ABC Dubbing dan Subtitles Studios - Berbasis di Timur Tengah, ABC menyediakan layanan subtitle dan dubbing untuk produsen film Hollywood, Bollywood, dan internasional. Sangat terkenal di Arab Saudi lewat layanan “Hollywood in Arabic”.
- Tohokushinsha Film Corporation - Dari Jepang, Tohokushinsha banyak men-sub film Asia yang nantinya dirilis di Eropa dan Amerika Utara. Tidak hanya voice acting, perusahaan ini juga aktif dalam promosi dan produksi film.
- VOA Voice Studios - Dengan kantor di Prancis dan AS, VOA mengelola 1.000 aktor suara dalam lebih dari 60 bahasa. Sangat populer di kalangan korporat. Mereka memakai aktor asli; video untuk Brasil memakai aktor Brasil, untuk Jerman pakai pengisi suara Jerman.
Peluang masa depan pasar voice over
Menariknya, pandemi COVID-19 justru membuka lebih banyak peluang untuk pengisi suara. Dipadukan dengan kemajuan teknologi, peluang ini memberi prospek cerah bagi masa depan voice over dan pangsa pasar industri secara keseluruhan.
Munculnya studio jarak jauh
Kerja jarak jauh sedang naik daun, memengaruhi bisnis global di segala industri. Hal ini juga terjadi pada voice over karena banyak aktor menyiapkan studio rumahan saat pandemi untuk bekerja secara remote.
Setelah “uji coba” kerja remote sukses, kemungkinan jumlah studio jarak jauh akan terus naik. Artinya, studio di Inggris bisa mengelola talenta jarak jauh dari Italia, Korea Selatan, atau Amerika Latin, sehingga layanan voice over menjangkau lebih banyak audiens.
Permintaan talenta suara makin tinggi
Seperti sudah disebut sebelumnya, banyaknya peluang kerja voice over saat ini memicu permintaan talenta. Kini voice acting sudah jadi standar dalam game modern. Keberhasilan Audible by Amazon juga membuka peluang rekaman audiobook bagi para pengisi suara.
Gabungkan sumber pekerjaan modern ini dengan yang tradisional, seperti drama radio dan video instruksional – permintaan bakal terus naik seiring bermunculannya peluang baru.
Implementasi teknologi AI
Dari sisi aplikasi, kecerdasan buatan memang berpotensi menjadi ancaman bagi pasar voice over.
Dengan AI, perusahaan tak selalu perlu merekrut pengisi suara. Jika perlu video untuk Argentina, mereka bisa gunakan suara sintetis (dengan aksen sesuai) lewat AI. Atau, studio tak perlu mencari aktor Australia jika butuh aksen Aussie.
Namun AI juga bisa mendorong industri. Kemudahan penggunaan menarik klien korporat besar. Biaya AI yang lebih murah juga membuat voice over bisa diakses perusahaan kecil.
Speechify Voiceover - Voice over tanpa aktor suara
Dengan kemajuan AI, layanan seperti Speechify Voiceover akan makin populer. Dengan teknologi text to speech, Speechify Voiceover menghasilkan suara berkualitas layaknya manusia dari teks yang dimasukkan ke aplikasi.
Caranya sangat mudah. Cukup ketik teks yang ingin didengar, pilih suara, dan tekan “Generate.” Speechify akan mengurus sisanya dan menghasilkan rekaman audio untuk proyek apa pun.
Gratis untuk dicoba. Coba Speechify Voiceover hari ini dan rasakan sendiri masa depan industri voice over.
FAQ
Apa perusahaan voice over nomor satu?
Angka pangsa pasar memang sulit ditemukan. Tapi, tiga perusahaan yang disebut di artikel (ABC Dubbing and Subtitles, Tohokushinsha, dan VOA) adalah pemain utama di pasar voice over.
Berapa tarif voice over di industri?
Menurut Bureau of Labor Statistics, tarif rata-rata voice actor antara $300–$500 untuk satu jam pertama. Setiap jam berikutnya $200–$350.
Ada berapa banyak pekerjaan voice over?
Ada ribuan pekerjaan voice over, mulai dari video YouTube pendek hingga film panjang.
Apa syarat jadi pengisi suara?
Pengisi suara tak perlu pendidikan formal. Syarat utamanya adalah kemampuan akting, pembawaan yang natural, dan konsistensi.

