Disleksia adalah kondisi kompleks yang masih membingungkan banyak orang karena sifatnya sebagai kondisi neurobiologis, artinya berasal dari area otak tertentu dan tidak terkait faktor sosial atau ekonomi. Setiap orang yang mengalaminya pun unik dalam beberapa hal.
Salah satu definisi disleksia yang paling dikenal diambil dari buku Overcoming Dyslexia (2020) karya S. Shaywitz dari Yale University, yang menyebutnya sebagai gangguan belajar spesifik asal neurobiologis. Dampaknya adalah masalah dalam mengenali kata dengan akurat, membaca lancar, kesulitan mengeja, serta melemahkan kemampuan memahami bahasa.
Secara sederhana: orang dengan disleksia kesulitan menghubungkan gambar, suara, dan konsep, sehingga susah menerjemahkan ide menjadi kata, huruf, dan angka.
Namun, gangguan membaca ini sama sekali tidak berkaitan dengan kecerdasan rendah, karena banyak penderita disleksia justru sangat cerdas dan sukses.
Tanda umum disleksia
Sayangnya, karena sifatnya yang kompleks, tanda-tanda Disleksia Perkembangan sulit dikenali, apalagi pada anak-anak. Hal ini membuat orang tua dan/atau guru sering terlambat atau bahkan gagal menyadari masalah, sehingga memicu hambatan perkembangan selanjutnya.
Salah satu tanda awal yang mungkin dilihat orang tua adalah anak terlambat bicara, lambat belajar kata baru, simbol (huruf/angka), nama benda/orang, serta kesulitan menghafal rima.
Seiring waktu, kondisi disleksia dapat menimbulkan masalah kesehatan mental hingga terlihat mirip autisme atau gangguan perilaku seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Ini terutama muncul saat SMA, ketika kebanyakan siswa mulai mengalaminya. Untungnya, intervensi dan edukasi khusus sejak dini bisa sangat membantu.
Masalah yang terjadi seringkali menumpuk, menyebabkan minder, bahkan depresi.
Bagaimana disleksia memengaruhi kemampuan membaca?
Disleksia menyebabkan lemahnya kesadaran fonemik sehingga penderita kesulitan mengenali atau mengucapkan kata. Terlebih lagi saat harus mendengar atau membaca kata baru — terutama dalam bahasa asing.
Pendidikan khusus dan kelas remedial efektif membantu murid mengatasi kesulitan membaca dan bicara.
Tenaga medis untuk membantu disleksia
Banyak orang bertanya apakah Disleksia bisa disembuhkan. Jawabannya sayangnya tidak — kesulitan membaca akibat Disleksia bersifat seumur hidup. Disleksia belum bisa diatasi sepenuhnya, tapi tanda dan dampaknya bisa sangat dikendalikan.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan tenaga medis dalam menangani penderita disleksia adalah kondisi mental mereka, terutama di masa remaja saat masalah sering muncul karena kesulitan yang tidak dialami murid lain.
Karena disleksia sangat umum, kita semua diharapkan mendampingi orang tercinta yang mengalaminya. Anda bisa menyarankan tes skrining, menyesuaikan lingkungan rumah, atau mengajak mereka mencari bantuan profesional bila ada gejala disleksia.
Ada banyak tes disleksia online. Ada juga alat penilaian mandiri seperti Wechsler Individual Achievement Tests, Towre-2, atau Gray Oral Reading Test (Gort-5). Alat ini bisa dipesan online dan sudah dilengkapi petunjuk penilaian.
Teknik membantu kesulitan membaca terkait disleksia
Proaktif
Jika kemampuan membaca Anda mulai menurun, ubah cara dan strategi membaca. Jika teks terasa terlalu berat, jangan dipaksakan. Coba e-reader, ganti font/orientasi halaman, atau gunakan buku audio dan materi dengar seperti podcast untuk belajar tanpa harus banyak membaca.
Gunakan teknik memori non-verbal
Selain memakai audio, Anda bisa memberi warna pada tulisan untuk membedakan kata. Alat tulis modern memudahkan memilih warna font, menyorot teks, bahkan mengubah teks jadi gambar. Otak memproses warna secara berbeda, sehingga kelancaran membaca dan kemampuan berbahasa bisa meningkat jika teks penuh warna.
Teknologi text to speech
Terakhir, kami merekomendasikan aplikasi text-to-speech (TTS) sebagai solusi revolusioner untuk membantu mengelola Disleksia, disgrafia, dan gangguan membaca lainnya. Khususnya kami menyarankan Speechify, #1 TTS yang dibuat khusus bagi pengguna disleksia.
Keunggulan Speechify adalah desain intuitif dan fleksibel yang memungkinkan Anda mengubah apa pun jadi audiobook. Bahkan, bisa memindai buku fisik lalu dijadikan narasi. Ini sangat bermanfaat bagi pelajar disleksia yang sedang belajar fonologi dan fonik.
Speechify bisa digunakan sendiri maupun di kelas. Ada puluhan bahasa, dan AI voice realistisnya membantu meningkatkan kesadaran fonologis dan kemampuan mendengarkan berkat pengaturan kecepatan bicara, penekanan, dan tempo yang bisa disesuaikan.
Coba Speechify sekarang secara gratis.
FAQ
Mengapa penderita disleksia kesulitan dengan waktu?
Waktu itu linear seperti teks; pelacakannya menuntut pemrosesan info dan memori, dua hal yang kerap jadi tantangan bagi penderita disleksia.

