1. Beranda
  2. Berita
  3. Speechify Kini Tersedia untuk 15.000+ Mahasiswa Fordham University
6 Maret 2025

Speechify Kini Tersedia untuk 15.000+ Mahasiswa Fordham University

Mahasiswa Fordham kini bisa mengakses Speechify tanpa batas—membuat belajar makin mudah, cepat, dan inklusif di seluruh kampus.

Dalam langkah besar menuju aksesibilitas dan dukungan akademik yang lebih baik, Fordham University telah mengumumkan peluncuran akses gratis ke seluruh kampus untuk Speechify, platform text to speech terkemuka. Inisiatif ini dipimpin oleh Kantor Teknologi Informasi Fordham (IT) bersama Komite Aksesibilitas universitas, dan akan menguntungkan lebih dari 15.000 mahasiswa di semua kampusnya.

Program yang sudah berjalan ini dirancang untuk meningkatkan inklusivitas pendidikan dan memberdayakan mahasiswa agar bisa belajar sesuai gaya dan kebutuhan masing-masing.

Dukungan Speechify untuk Aksesibilitas Lewat AI 

Speechify adalah platform text to speech yang mengubah konten tulisan atau dokumen fisik—termasuk PDF, situs web, eBook, dan bahan yang dipindai—menjadi audio berkualitas tinggi. Selain sangat bermanfaat bagi mahasiswa dengan disleksia, ADHD, gangguan penglihatan, atau disabilitas fisik yang menyulitkan membaca, alat ini juga bermanfaat untuk semua mahasiswa. Mendukung pembelajar audio, pembelajar bahasa, dan siapa saja yang ingin belajar lebih fleksibel.

Katherine Morris, manajer komunikasi IT di Fordham, menjelaskan bagaimana alat ini mulai digunakan di kampus. “Speechify dibawa ke Komite Aksesibilitas oleh dosen yang visioner,” ujar Morris. “Ia dan anggota komite lain merangkum manfaatnya dalam proposal yang kemudian ditinjau dan disetujui CIO Fordham, Anand Padmanabhan.”

Morris menyampaikan bahwa alat ini juga digunakan di institusi terkemuka lain, seperti Dinas Pendidikan NYC, Columbia University, Barnard College, Stanford University, dan University of Southern California. Namun, Fordham tetap melakukan evaluasi sendiri sebelum menerapkannya, memastikan Speechify memenuhi standar keamanan, privasi, dan fungsi universitas.

Komitmen pada Pendidikan Inklusif

Adopsi Speechify oleh Fordham menggambarkan komitmen universitas untuk menyediakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua kemampuan dan preferensi. Menurut Morris, banyak mahasiswa Fordham tercatat memiliki disabilitas cetak. Menyediakan Speechify gratis membantu menyetarakan peluang akademik mereka.

“Alat ini memastikan semua konten tersedia dalam berbagai format,” jelas Morris. “Bukan hanya bagi difabel. Penutur non-pribumi, mahasiswa dengan beragam gaya belajar, hingga yang lebih suka belajar audio, semuanya bisa terbantu.”

Fordham berharap Speechify akan meningkatkan keterlibatan dan prestasi akademik mahasiswa dengan menjadikan materi pelajaran lebih mudah diakses kapan saja, di mana saja.

Student and Book

Respons Mahasiswa: Alat Belajar Modern

Respons awal mahasiswa menunjukkan antusiasme terhadap fleksibilitas dan potensi platform ini.

Jack Robinson, GSB ’27, menyoroti manfaat Speechify untuk beragam gaya belajar. “Sepertinya alat yang bermanfaat untuk pembelajaran modern. Saya yakin sangat berguna bagi mahasiswa dengan gaya belajar berbeda karena mendengarkan teks menyediakan cara lain untuk menyerap info,” ujarnya.

Robinson juga melihat potensi Speechify untuk multitasking. “Saya pasti ingin menggunakan Speechify saat multitasking, terutama di gym. Dibanding alat belajar lain, fitur mengubah teks ke audio bisa menambah efisiensi.” 

Cara Akses Speechify di Fordham University

Mahasiswa bisa mengaktifkan lisensi Speechify gratis memakai email Fordham resmi mereka. Platform ini bisa diakses di berbagai perangkat, termasuk iOS dan HP Android, Mac, PC, dan juga lewat ekstensi Chrome. Bagi pengguna akun berbayar yang terhubung email Fordham, disarankan membatalkan langganan lama sebelum pindah ke lisensi kampus agar tidak ada masalah akun atau kehilangan data.

Petunjuk dan info selengkapnya tersedia di halaman dukungan Speechify Fordham

Melangkah ke Depan

Dengan menyediakan Speechify gratis, Fordham University memastikan tiap mahasiswa—tanpa memandang gaya belajar, disabilitas, atau tantangan akademik—mendapat dukungan yang dibutuhkan untuk berkembang.